Sistem Komando Insiden

Indonesia adalah negeri yang rawan dengan bencana, nampaknya kalimat tersebut sudah akrab ditelinga seluruh masyarakat. Namun sejauh apa kesiapan kita dalam menghadapi bencana masih menjadi pertanyaan. Pemerintah dengan segala sumber dayanya termasuk melalui BNPB telah dan sedang berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki manajemen keadaan darurat (emergency management), tujuan utamanya adalah untuk dapat merespon dan mengatasi bencana sefektif mungkin dan sebisa mungkin menghilangkan atau mengurangi dampak yang dihasilkan. Manajemen ini menjadi sorotan utama karena negeri kita telah banyak dilanda insiden bencana seperti gempa, tsunami, gunung meletus, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dsb.

Salah satu sistem yang dipakai dalam menghadapi bencana adalah Sistem Komando Insiden (Incident Command System atau ICS) atau ada juga yang menyebutnya dengan Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana. Sistem Komando Insiden atau disingkat SKI adalah kerangka yang diperlukan untuk mengelola sumber daya, personel, dan perlengkapan yang digunakan untuk mengatasi  atau mengurangi dampak dari insiden. Apa itu insiden? Adalah suatu kejadian, peristiwa atau event yang pada kondisi normal / sehari-hari tidak terjadi. SKI dirancang agar fleksibel dan dapat digunakan untuk setiap insiden baik dalam skala besar maupun kecil. SKI juga tidak hanya dapat digunakan untuk menghadapi insiden bencana alam tapi juga insiden lainnya yang disebabkan oleh manusia seperti kerusuhan masal, terorisme dsb. atau insiden yang disebabkan karena teknologi seperti kecelakaan industri, kecelakaan transportasi umum dsb. yang biasanya digolongkan sebagai keadaan darurat. SKI bisa juga digunakan untuk situasi non darurat yakni untuk event-event terencana dalam skala besar seperti pesta olahraga (PON, Olimpiade), konser, pengurusan ibadah haji, dsb.


Dalam SKI, semua tindakan harus diorganisir sedemikan rupa mulai dari langkah-langkah awal yang harus ditempuh sampai dengan perencanaan untuk langkah-langkah berikutnya terutama jika insiden berlangsung secara berkelanjutan. Hal ini sangat lah penting karena langkah-langkah pertama yang diambil misalnya oleh petugas penyelamat di lokasi kejadian akan mempengaruhi hasil akhir penanganan insiden.

Tujuan dari SKI meliputi:
  1. Memastikan keselamatan responder dan masyarakat (safety is always the priority). Penanganan keadaan darurat yang terorganisir dan dikelola dengan baik juga menciptakan suatu lingkungan yang lebih aman untuk semua pihak yang terlibat.
  2. Membuat perencanaan untuk mengatasi insiden secara taktis.
  3. Menggunakan sumber daya secara efektif dalam penanganan insiden. Sumber daya ini meliputi orang dan peralatan / material.
Dalam SKI terdapat beberapa prinsip utama yang wajib dipahami meliputi:
  • Rantai komando (chain of command)
  • Kesatuan komando (unity of command)
  • Rentang kendali (span of control)
  • Transfer komando (transfer of command)
  • Komando terpadu (unified command)
  • Manajemen berdasarkan sasaran (management by objectives)
  • Rencana aksi insiden (incident action plans)
  • Organisasi modular (modular organization)
  • Pengelolaan sumber daya (resource management)
  • Fasilitas yang ditunjuk (designated facilities)
  • Terminologi umum (common terminology)
  • Komunikasi terpadu (integrated communications)
  • Manajemen informasi (information management)

Postingan terkait: