Pencegahan Cedera Regangan Berulang dengan Ergonomi

Cedera regangan berulang atau kadang juga disebut dengan cedera tekanan berulang adalah cedera yang mengenai sistem otot, rangka dan sistem syaraf akibat aktivitas berulang. Cedera ini dalam bahasa Inggris dikenal dengan repetitive stress injury (RSI) atau repetitive strain injury dan sering juga dikenal dengan musculoskeletal disorders (MSD) atau cumulative trauma disorder (CTD).


Cedera ini terjadi karena aktivitas atau pekerjaan manusia terutama karena faktor-faktor risiko seperti:
  • Gaya (force) yang berlebihan
  • Postur yang tidak netral
  • Pengulangan (repetisi) gerakan
  • Contact stress (bagian tubuh disandarkan / ditopangkan pada permukaan yang keras)
  • Getaran
  • Postur statis
  • Pergerakan yang terbatas
Cedera ini biasa terjadi di lingkungan kerja perkantoran dan juga lingkungan industri atau lapangan. Di perkantoran cedera ini ditemui terutama karena pemakaian komputer sedangkan di lingkungan industri atau lapangan cedera ini bisa diakibatkan karena berbagai aktivitas fisik seperti material handling, pengoperasian alat / mesin dan sebagainya.

Di Amerika sendiri konon cedera ini merupakan penyebab utama gangguan yang dialami usia pekerja dan “kambing hitamnya” adalah komputer. Ya cedera tekanan berulang karena pemakaian komputer jumlahnya memang meningkat karena pemakaian komputer juga terus meningkat apalagi era ini adalah era dimana teknologi komputer booming dan sangat diandalkan oleh manusia. Bagaimana dengan di Indonesia? Cedera ini sebenarnya juga sudah mulai banyak terjadi di Indonesia terutama karena penggunaan komputer namun belum banyak yang menyadari isu ini.

Lokasi cedera dan jenis-jenis cedera

Mayoritas cedera regangan berulang terjadi pada bagian tubuh atas (upper extremity) dan punggung bawah (low back). Khusus untuk cedera yang disebabkan pemakaian komputer mayoritas terjadi di pergelangan tangan dan punggung bawah. Namun cedera ini juga mungkin terjadi di bagian tubuh yang lain.


Ada lebih dari 200 jenis cedera regangan berulang. Beberapa diantaranya yang sering terjadi adalah:
  • Low back pain
  • Carpal tunnel syndrome (CTS)
  • Muscle pain (myalgia)
  • Tendonitis
  • Rotator cuff syndrome
  • Tennis elbow
  • Trigger finger
  • Cervical syndrome
Sebenarnya cedera regangan berulang bukanlah suatu cedera yang tiba-tiba terjadi namun disebabkan karena paparan terhadap faktor-faktor risiko (yang telah disebutkan di atas) yang terjadi dalam suatu periode waktu (bisa dalam hitungan hari, minggu, bulan dll tergantung besar paparannya). Sebelum muncul cedera ini biasanya diawali dengan munculnya gejala-gejala sepert otot lelah, otot kaku, kesemutan, dan rasa kebas. Gejala-gejala ini adalah pertanda bahwa jika paparan terhadap faktor risiko terus berlanjut maka cedera regangan berulang akan terjadi.

Bagaimana cara mencegah cedera regangan berulang?

Untuk mencegah terjadinya cedera regangan berulang, kita harus menerapkan prinsip-prinsip ergonomi dalam aktivitas dan pekerjaan. Ergonomi bertujuan untuk mengurangi faktor risiko yang disebutkan di atas dan mengelola faktor risiko tersebut sehingga cedera bisa dicegah. Penerapan akhir dari ergonomi bisa dalam bentuk engineering control, administrative control dan behavior control.

Ada dua jenis ergonomi, yang pertama adalah ergonomi perkantoran (office ergonomics) yang diterapkan di lingkungan perkantoran (terutama berkaitan dengan pemakaian komputer) dan yang kedua adalah ergonomi industri (industrial ergonomics) yang diterapkan di lingkungan industri atau lapangan.

Perlu diketahui juga bahwa risiko cedera akan berbeda untuk tiap individu. Individu dengan kondisi khusus misalnya orang lanjut usia, penderita obesitas, ibu hamil dsb bisa memiliki risiko cedera regangan berulang yang lebih besar. Selain itu aktivitas-aktivitas sekunder (aktivitas diluar pekerjaan utama) seperti olahraga, aktivitas rumah tangga, bahkan sampai posisi tidur pun juga dapat meningkatkan faktor risiko. Karena itu ergonomi harus diterapakn di kesleuruhan cakupan hidup manusia, tidak hanya saat melakukan aktivitas atau pekerjaan di kantor atau di industri saja.

Postingan terkait: