Ergonomi, Ilmu tentang Kerja

Ergonomi (atau ergonomika) adalah ilmu kerja (science of work). Ergonomi merupakan disiplin keilmuan yang mempelajari manusia dalam kaitannya dengan pekerjaannya (Wignjosoebroto, 2003). Bisa dibilang ilmu ini membahas semua tentang manusia yang sedang bekerja dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dari pekerjaan tersebut.


Manusia dikatakan “bekerja” jika manusia memaanfaatkan energinya untuk menghasilkan gaya (force) untuk tujuan tertentu. Jadi ketika manusia menghasilkan gaya ditangannya untuk mengetik, menghasilkan gaya ditangannya untuk mengangkat benda, menghasilan gaya di kakinya untuk berlari, dan bahkan saat terjadi perubahan gaya di tubuh saat kita berpikir itu semua bisa disebut “bekerja”. Jadi intinya manusia bekerja ketika mempunyai energi dan memanfaatkan energi tersebut untuk beraktivitas (menghasilkan gaya).

Saat bekerja ada hal-hal yang dapat membahayakan kita, bahaya ini dalam bahasa Inggris disebut dengan hazard. Bahaya ini berasal dari energi juga. Secara mendasar ada dua jenis bahaya. Pertama, bahaya internal yakni bahaya yang timbul dikarenakan energi yang berasal dari manusia itu sendiri, energi ini digunakan untuk menghasilkan gaya (force) yang digunakan tubuh saat bekerja namun gaya yang dihasilkan berlebihan. Bahaya internal contohnya ketika manusia harus mengangkat beban berlebihan, melakukan gerakan berulang, atau bekerja tidak dengan postur yang natural. Kedua, bahaya eksternal yakni bahaya yang timbul dikarenakan energi yang berasal dari lingkungan di tempat kerja. Bahaya eksternal contohnya bahaya panas (suhu), getaran, kebisingan, radiasi, cahaya, bahan kimia, polutan udara, sampai bahaya-bahaya seperti virus, bakteri, benda jatuh, listrik, binatang, dan lain-lain yang ada di tempat kerja. Ergonomi menginginkan agar bahaya-bahaya tersebut dapan dikontrol sehingga tidak mengancam manusia yang sedang bekerja.

Bagaimana caranya mengontrol bahaya-bahaya tersebut? Adalah dengan menggali informasi mengenai manusia yang bekerja tersebut dan memanfaatkan informasi tersebut untuk merancang desain kerja dan lingkungan kerja.

Ergonomi secara mendetail adalah ilmu untuk menggali dan mengaplikasikan informasi-informasi mengenai perilaku manusia, kemampuan, keterbatasan dan karakteristik manusia lainnya untuk merancang peralatan, mesin, sistem, pekerjaan dan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas, keselamatan, kenyamanan dan efektifitas pekerjaan manusia (Chapanis, 1985).

Ergonomi memanfaatkan informasi mengenai karakteristik manusia, kemampuan manusia dan keterbatasannya untuk merancang suatu sistem kerja yang baik. Ya, kata kunci dari ergonomi adalah adanya informasi mengenai sifat, kemampuan, dan keterbatasan manusia karena itu ergonomi juga sering disebut dengan istilah human factors engineering. Walaupun istilah ergonomi lebih banyak dikenal di pemakaian komputer, namun sebenarnya semua aspek dalam K3 menggunakan prinsip ergonomi. Sebagai contoh:
  • Perlindungan pernafasan dipakai karena manusia mempunyai batasan paparan (exposure limit) terhadap polutan-polutan di udara
  • Earplug atau ear muff dipakai karena manusia mempunyai batasan paparan terhadap kebisingan (misalnya untuk 8 jam adalah 85 dBa)
  • Safety helmet dipakai karena kepala manusia mempunyai batasan maksimum terkena gaya dari suatu benturan (biasanya benturan dari benda jatuh)
  • Body harness dipakai saat bekerja di ketinggian karena tubuh manusia mempunyai batasan maksimum ketinggian untuk jatuh dengan selamat (jatuh dari ketinggian 3 meter saja tulang belakang manusia bisa retak)
  • Dimensi tempat kerja seperti shop atau bahkan meja komputer di kantor harus bisa disesuaikan dengan individu karena setiap individu memiliki karakteristik fisik antropometri yang berbeda-beda dan bervariasi
  • SOP (standard operating procedure) kerja dibuat untuk menyeragamkan langkah-langkah dalam suatu pekerjaan karena setiap individu manusia mempunyai kemampuan pola pikir dan persepsi yang berbeda-beda sehingga harus ada pedoman baku dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
  • Labeling dan simbol bahaya dalam bahan kimia digunakan karena manusia mempunyai karakteristik lebih mudah memahami gambar daripada perkataan atau tulisan
  • Pedoman manual material handling dibuat karena sistem otot dan tulang (musculoskeletal) manusia mempunyai batasan tegangan (strain) akibat beban kerja
  • Dan sebagainya
Dari penjelasan di atas dapat kita lihat bahwa ergonomi merupakan bidang yang sangat penting dan semua manusia yang bekerja harus aware terhadap ergonomi. Karena ini semua demi meningkatkan kualitas kerja itu sendiri yakni meningkatkan keselamatan, kesehatan, dan produktivitas kerja.

Postingan terkait: