Ketenangan adalah Pangkal Keselamatan

Kalau Anda lewat tol, disana biasanya terdapat spanduk yang berbunyi, "Mengemudilah dengan tenang. Ketenangan adalah pangkal keselamatan".  Artinya ketenangan ketika berkendaraan adalah kunci keselamatan kita sampai ke tujuan. Ya benar, ketenangan adalah kunci dari keselamatan. Apa pun kondisi di lingkungan kita termasuk lingkungan kerja kita harus berusaha tetap tenang (keep calm) karena ketenangan ini akan menjadikan diri kita fokus. Jika tenang maka kita bebas dari kehawatiran dan kecemasan serta gangguan-gangguan kognitif lainnya. Tidak khawatir bukan berarti tidak waspada, ketenangan ini justru menjadikan kita tetap waspada (termasuk waspada terhadap hazards di tempat kerja), dapat berpikir jernih, tidak terburu-buru dan tetap fokus pada setiap aktivitas atau kerja kita. Dan kita sudah mengetahuinya bahwa setiap tindakan atau aktivitas yang kita lakukan dengan fokus akan memberikan hasil yang terbaik. Yang dimakusd hasil kerja yang terbaik disini adalah kerja dengan selamat dan efektif.


Dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari, ketenangan merupakan faktor kunci yang harus selalu diupayakan ada dalam diri setiap karyawan. Bagaimana bisa bekerja dengan baik bila diri berada dalam kondisi yang tidak tenang? Ketenangan pada diri seseorang tentu saja tidak hanya menyangkut ketenangan batin tapi ketenangan fisik juga tak kalah penting.

Banyak karyawan yang sebelum memasuki tempta kerja sudah was-was duluan. Hati deg-degan, jantung berdebar-debar dan perasaan seperti diburu-buru. Seperti ada yang mengejar-ngejar dari belakang dan itu membuat orang jadi panik. Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam mulai dari lingkungan keluarga maupun lingkungan tempat kerja itu sendiri. Contohnya karywan yang sejak di perjalanan sudah ditelepon oleh bos dan diingatkan bahwa hari ini akan ada meeting penting dengan klien, atau misalnya hari ini adalah jadwal Anda untuk presentasi memperebutkan tender tertentu, atau misalnya adanya kondisi buruk di lapangan dll maka sebelum sampai di tempat kerja pun rasanya “kemrungsung”, ada kekhawatiran dan sebagainya sehingga mengganggu keseimbangan psikis dan fisik. Hal-hal seperti ini sangat berbahaya bagi keselamatan karyawan dan konon hal-hal seperti ini menjadi salah satu penyebab perilaku (behavior) kerja yang buruk dan berandil besar dalam banyak kasus kecelakaan kerja.

Ketenangan dalam bekerja dapat dicapai dari dua aspek yakni dari diri karyawan itu sendiri dan dari lingkungan karyawan tersebut. Dari diri karyawan, ketenangan dapat diimprove dari memulai kebiasaan-kebiasaan kerja yang baik seperti tidak terburu-buru dalam kerja, tidak mudah panik, meningkatkan spiritualitas dll dan ini bias diterapkan melalui training dsb. Dari lingkungan karyawan pun juga harus diperhatikan, terutama leadership di lingkungan kerja tersebut, tiap leaders harus menjalankan perannya dengan benar salah satunya adalah memastikan karyawan-karyawan di tempat kerja dapat bekerja dengan baik, lancar, dan tenang dengan cara memenuhi fasilitas yang dibutuhkannya, memberikan pengarahan yang benar. memotivasi karyawan agar bekerja dengan baik, menciptakan atmosfer kerja yang baik, bahkan termasuk melakukan pendekatan personal ke karyawan yang sedang memiliki masalah di rumahnya agar masalah ini tidak berpengaruh signifikan ke pekerjaan yang dilakukan. Ya benar, lagi-lagi komitmen dari leadership memang berperan besar dalam hal-hal seperti ini. Hal-hal lain yang bisa diterapkan di lingkungan kerja karyawan adalah dengan mendesain tempat kerja agar tidak mudah stress seperti meningkatkan aktivitas humor di dalam tim kerja, menggunakan musik dan aroma terapi (untuk pekerjaan kantor) dsb.

Ada satu hal lagi yang perlu diingat bahwa setiap karyawan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, contohnya ada orang yang mudah panik, ada yang mudah stress, ada pula yang terlihat selalu santai dan terlalu tenang padahal dia sedang melamun (tidak focus) dsb. Karena itu pendekatan terhadap tiap karyawan pun seharusnya tidak sama. Pekerjaan sebaiknya dihentikan sementara ketika karyawan sudah mulai menunjukkan kepanikan atau ketidakteraturan atau kebalikannya ada yang sudah mulai kosong pikirannya (banyak blank atau melamun) karena hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan mereka dan keselamatan proses terutama untuk pekerjaan-pekerjaan lapangan yang sangat banyak hazardnya. Pekerjaan bisa dilanjutkan lagi setelah kondisi kembali normal dan tenang.

Untuk kondisi-kondisi yang luar biasa seperti emergency memang harus ada training atau pelatihan bagi tiap karyawan agar tetap tenang atau tetap terorganisir dalam kondisi yang panik dan tentu diperlukan adanya personel-personel yang ahli dalam situasi darurat yang memerlukan kesiapsediaan dan persiapan khusus. Terlepas dari situasi-situasi luar biasa yang harus dihadapi dengan kesiapsediaan dan persiapan khusus, bagaimana pun ketenangan merupakan suatu keadaan yang selalu diperlukan. Bekerja dengan tenang yang terjaga akan memberikan hasil yang lebih maksimal yakni hasil kerja yang selamat, efektif, dan produktif.

Bagi Anda penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), tips agar tetap bisa fokus dan tenang saat bekerja bias dilihat di link berikut:
http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Anak/10-Trik-Agar-Bisa-Fokus-Bagi-Penderita-ADHD

Keep calm and stay safe…!!!

Referensi:
http://apisilkomp.wordpress.com/tag/tenang-dalam-bekerja/
http://dedikus.blogspot.com/2013/07/ceramah-lima-menit-bahagia-dulu-baru.html
http://www.speakingofsafety.ca/2011/05/03/video-stay-calm-and-get-rescued/

Postingan terkait: