Ergonomi merupakan bidang yang multidisipliner. Walaupun ergonomi dapat dijumpai di berbagai bidang non teknik seperti kesehatan, kedokteran, dan bahkan ilmu sosial seperti psikologi namun sebenarnya bidang ergonomi sangat erat kaitannya dengan bidang teknik atau engineering dan bisa digolongkan sebagai bagian dari engineering. Ergonomi sendiri mempunyai istilah lain yakni human factors engineering (HFE) dan merupakan salah satu bidang utama di industrial engineering atau teknik industri.
Jika berbicara mengenai engineering, pasti pikiran langsung tertuju ke teknologi atau mesin-mesin. Begitu pula dengan ergonomi, perkembangan ergonomi sebagai bagian dari engineering sangat terasa pada era ini dimana perkembangan teknologi sangat pesat. Seperti disebutkan oleh National Academy of Engineering di Amerika Serikat (NAE, 2004), di masa depan, perkembangan yang berkelanjutan di bidang engineering akan berkembang ke arah hubungan yang lebih erat antara teknologi dan manusia, termasuk produk-produk baru yang dibuat khusus berdasarkan dimensi fisik dan kapabilitas dari user, dan desain ergonomis dari produk-produk engineering.
Engineering berkaitan erat dengan teknologi, dan ergonomi berbicara mengenai interaksi antara manusia-teknologi. Dahulu, ergonomi ‘disetir’ oleh teknologi (pendekatan reaktif), di masa depan, ergonomi lah yang harus ‘menyetir’ teknologi (pendekatan proaktif). Teknologi merupakan sebuah produk dan sebuah proses yang melibatkan sains dan engineering. Sains bertujuan untuk memahami “mengapa” dan “bagaimana”. Sedangkan engineering merupakan “desain under constraints”, constraint tersebut bias berupa cost, reliabilitas, safety, dampak lingkungan, ease of use, sumber daya manusia atau alam yang tersedia, manufakturabilitas, peraturan pemerintah, hokum, politik, dsb. Engineering berusaha “membentuk dunia” untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, engineering mendesain dan membuat kreasi produk-produk buatan manusia serta proses-proses untuk menyelesaikan masalah-masalah manusia. Produk dan proses ini lah yang disebut teknologi.
Sebagai lingkup dari engineering, ergonomi atau HFE berperan untuk menemukan dan mengaplikasikan informasi mengenai perilaku, kemampuan, keterbatasan, dan karakteristik manusia lainnya dalam perancangan / desain teknologi seperti produk (termasuk alat, mesin dsb) dan proses (termasuk tugas, kerja dsb) bahkan seluruh kesatuan sistem (termasuk lingkungan dan sosiokultural) untuk mendapatkan produktivitas, keselamatan, kenyamanan, dan efektivitas yang lebih baik. Pada awalnya, ergonomi atau HFE hanya fokus pada interaksi manusia-mesin (perlu diketahui juga bahwa teknik industri yang merupakan induk dari bidang ini merupakan “pecahan” dari teknik mesin), namun sekarang ini cakupannya lebih luas ke interaksi manusia-teknologi termasuk manusia-sistem. Karena itu ergonomi dan HFE juga disebut sebagai disiplin ilmu technological ecology.
Memang ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa ergonomi atau HFE sebenarnya lebih tepat diposisikan sebagai ilmu yang unik, sebuah disiplin design-oriented yang independen dari engineering maupun kedokteran (Moray dkk, 1994). Namun yang jelas ergonomi atau HFE tidak dapat dipisahkan dari engineering.
Engineering berkaitan erat dengan teknologi, dan ergonomi berbicara mengenai interaksi antara manusia-teknologi. Dahulu, ergonomi ‘disetir’ oleh teknologi (pendekatan reaktif), di masa depan, ergonomi lah yang harus ‘menyetir’ teknologi (pendekatan proaktif). Teknologi merupakan sebuah produk dan sebuah proses yang melibatkan sains dan engineering. Sains bertujuan untuk memahami “mengapa” dan “bagaimana”. Sedangkan engineering merupakan “desain under constraints”, constraint tersebut bias berupa cost, reliabilitas, safety, dampak lingkungan, ease of use, sumber daya manusia atau alam yang tersedia, manufakturabilitas, peraturan pemerintah, hokum, politik, dsb. Engineering berusaha “membentuk dunia” untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, engineering mendesain dan membuat kreasi produk-produk buatan manusia serta proses-proses untuk menyelesaikan masalah-masalah manusia. Produk dan proses ini lah yang disebut teknologi.
Sebagai lingkup dari engineering, ergonomi atau HFE berperan untuk menemukan dan mengaplikasikan informasi mengenai perilaku, kemampuan, keterbatasan, dan karakteristik manusia lainnya dalam perancangan / desain teknologi seperti produk (termasuk alat, mesin dsb) dan proses (termasuk tugas, kerja dsb) bahkan seluruh kesatuan sistem (termasuk lingkungan dan sosiokultural) untuk mendapatkan produktivitas, keselamatan, kenyamanan, dan efektivitas yang lebih baik. Pada awalnya, ergonomi atau HFE hanya fokus pada interaksi manusia-mesin (perlu diketahui juga bahwa teknik industri yang merupakan induk dari bidang ini merupakan “pecahan” dari teknik mesin), namun sekarang ini cakupannya lebih luas ke interaksi manusia-teknologi termasuk manusia-sistem. Karena itu ergonomi dan HFE juga disebut sebagai disiplin ilmu technological ecology.
Memang ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa ergonomi atau HFE sebenarnya lebih tepat diposisikan sebagai ilmu yang unik, sebuah disiplin design-oriented yang independen dari engineering maupun kedokteran (Moray dkk, 1994). Namun yang jelas ergonomi atau HFE tidak dapat dipisahkan dari engineering.
