Teknik Industri dan K3

Jika Anda mengira teknik industri hanya mengurusi produksi dan sejenisnya, Anda salah besar. Teknik industri juga menaruh perhatian pada keselamatan pekerja dan lingkungan kerja. Teknik industri menyeimbangkan penerapan dari proses-proses (produksi) dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya dalam pembuatan produk atau penyediaan jasa yang berkualitas tinggi dan salah satu kebutuhan tersebut adalah kebutuhan adanya keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.



Teknik industri merupakan salah satu bidang teknik yang cukup banyak mempelajari K3. Sebenarnya cakupan dan ruang lingkup dari bidang teknik yang masih bersaudara dengan teknik mesin ini cukup luas, selengkapnya klik disini, dan salah satu konsentrasi dalam teknik industri adalah ergonomi / human factors & perancangan sistem kerja yang sangat berkaitan dengan K3, selengkapnya mengenai hubungan antara K3 dan ergonomi klik disini. Untuk mengetahui institusi-institusi ergonomi atau teknik industri yang unggul di Indonesia, klik disini.

(klik gambar untuk memperbesar gambar)

Walaupun ergonomi juga dikenal di semua pendidikan yang berhubungan dengan K3 seperti kesmas dsb, namun ergonomi paling banyak dikaitkan dengan teknik industri karena disini ergonomi paling intens dipelajari secara mendalam, paling luas cakupannya (fisik, kognitif, dsb) serta karena ergonomi berbicara mengenai desain dan engineering-lah yang paling berhubungan dengan desain. Ahli di bidang ergonomi disebut ergonom atau dalam bahasa inggris disebut ergonomist, karena itu banyak pula industrial engineer (yang mengambil konsentrasi di ergonomi) yang menyebut dirinya sebagai ergonom walaupun ergonom sebenarnya bisa saja berlatar pendidikan K3 kesmas atau sejenisnya. Mengenai ergonom, selengkapnya klik disini. Ergonomi dikenal juga dengan human factors, karena itu ergonom juga sering diasosiasikan dengan human factors engineer atau human engineer, selengkapnya klik disini.

Fasilitas pendidikan K3 yang biasanya terdapat di teknik industri adalah laboratorium ergonomi yang biasanya juga bekerja sama dengan laboratorium lain di teknik industri seperti laboratorium sistem produksi, laboratorium simulasi dsb, mengenai fasilitas K3 di teknik industri yang ideal selengkapnya klik disini) sehingga semakin mendukung proses pembelajaran dan pengembangan K3 yang mungkin tidak dapat diperoleh di tempat lain. Selain mempunyai konsentrasi di ergonomi & perancangan sistem kerja, industrial engineer juga mampu menyelaraskan atau mengintegrasikan K3 dengan elemen lainnya seperti kualitas (klik disini), konsep lean dan elemen lain sejenisnya yang sepertinya akhir-akhir ini sering diperbincangkan. Hal ini sangatlah wajar karena teknik industri itu sebenarnya serupa dengan systemic engineering yang unggul dalam mengintegrasikan elemen-elemen dalam sistem terutama sistem di industri dan teknik industri sangat banyak berkecimpung dalam proses peningkatan efisiensi, peningkatan produktivitas, optimasi, penghematan dan semuanya yang berhubungan dengan lean thinking (lean secara harafiah berarti langsing, artinya proses yang ramping).

Karena teknik industri menggunakan systemic thinking, maka beberapa materi ergonomi dan K3 dalam pendidikan di teknik industri sering dikaitkan dan diintegrasikan dengan konsentrasi lain dalam teknik industri seperti teknik & sistem produksi, teknik manufaktur, riset operasi dll karena teknik industri tidak melihat K3 sebagai elemen yang terpisah namun sebuah elemen yang tidak terpisahkan dan menjadi bagian atau satu kesatuan dalam sebuah sistem yang harus dioptimalkan, dan ini menjadi keunggulan juga bagi teknik industri di dunia K3.

Sasaran kompetensi khusus konsentrasi ergonomi dan K3 di teknik industri adalah agar mampu mengembangkan elemen manusia, material, informasi, peralatan, lingkungan dan energi dalam sistem integral sedemikian rupa sehingga mengoptimasi kenyamanan, keselamatan, kesehatan dan performansi dalam sistem industri dan lingkungan kerja secara keseluruhan. Selanjutnya mampu merancang dan mengembangkan produk, pekerjaan, tempat kerja dan sistem berbasis ergonomi, keselamatan dan kesehatan kerja.

Beberapa referensi menyebutkan bahwa health dan safety engineering (teknik K3) serupa dengan industrial engineering (teknik industri) terutama dalam metode kerja. Keduanya sama-sama berurusan dengan keseluruhan dari proses atau sistem produksi. Keduanya juga bisa mempromosikan dan memperbaiki keselamatan dan kesehatan kerja dengan menerapkan atau mengaplikasikan pengetahuan mengenai proses-proses di industri termasuk permesinan, psikologi, dsb. Namun keduanya sebenarnya memiliki karakteristik yang khas dan keduanya memiliki keunggulan masing-masing di bidang K3, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai teknik K3 klik disini.

Walalupun teknik industri tidak 100% mengenai K3, namun K3 dan ergonomi telah menjadi salah satu unsur penting di dalam teknik industri dan merupakan konsentrasi yang cukup diunggulkan.

Postingan terkait: