K3 di Kehutanan

K3 memang lebih banyak terdengar dari industri-industri pertambangan, migas, dan manufaktur. Namun sebenarnya K3 tidak hanya diterapkan di industri-industri tersebut namun juga di sektor-sektor lain seperti transportasi,pertanian dan termasuk kehutanan (forestry).

Sektor kehutanan terus berlanjut menjadi salah satu sektor industri yang paling berbahaya di sebagian besar negara. Di seluruh dunia, sering ada kecenderungan untuk menganggap remeh peningkatan angka kecelakaan dan terjadinya penyakit akibat kerja serta terjadinya pensiun dini pada pekerja kehutanan. Namun demikian, fakta-fakta menunjukkan bahwa kondisi keselamatan dan kesehatan kerja yang baik di sektor kehutanan, merupakan sesuatu hal yang mungkin terwujud. Banyak anggota mengakui bahwa keselamatan di tempat kerja bukan hanya suatu etika yang sangat mendesak untuk dilaksanakan, tetapi juga berarti "uang dan perasaan". Di sektor kehutanan, hal ini juga menjadi suatu prasyarat manajemen yang kuat dan pemanfaatan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan. Sangat penting bila pemerintah, perusahaan, organisasi pekerja dan pengusaha mau melakukan sesuatu untuk mewujudkan hal ini.


Karena itu jelaslah sudah bahwa K3 di sektor kehutanan itu sangat penting dan perlu diutamakan. K3 di sektor kehutanan ini bertujuan untuk melindungi pekerja dari bahaya bekerja (hazards) di sektor kehutanan dan mencegah atau mengurangi penyakit akibat kerja atau kecelakaan. Program K3 di sektor kehutanan harus ditegakan dan ditingkatkan terutama bagi negara-negara atau perusahaan yang masih sedikit memiliki peraturan dan pedoman K3 yang terkait. Bahkan, untuk negara dan perusahaan yang telah memiliki strategi perlindungan yang baik terutama negara-negara produsen kayu mentah utama seperti Indonesia.

Sumber:  Kode praktis ILO Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Kehutanan

Postingan terkait: