Ergonomi Organisasi

Berdasarkan pembagian ergonomi disini, ergonomi terdiri dari ergonomi fisik, ergonomi kognitif, ergonomi lingkungan, dan ergonomi organisasi. Pandangan publik tentang ergonomi lebih dominan hanya berfokus pada domain ergonomi fisik, dan ergonomi juga lebih banyak berkiprah dalam bidang ini. Sementara itu, dengan evolusi berbagai macam tempat kerja contohnya tempat kerja yang terotomasi, domain-domain lain dari ergonomi seperti ergonomi kognitif dan organisasi secara bertahap menjadi semakin penting. Ergonomi organisasi, yang di dalamnya juga terdapat unsur-unsur dari domain fisik dan kognitif, merupakan domain atau bidang paling baru dalam ergonomi.

Jika ergonomi fisik adalah ergonomi yang diterapkan dalam lingkup fisik dan berbicara tentang perancangan fisik maka ergonomi organisasi adalah ergonomi yang diterapkan dalam lingkup organisasi, jadi kurang lebih berbicara tentang perancagan atau desain organisasi. Apa itu organisasi? Bagaimana mendesain organisasi?

Organisasi:
  • Berisi tentang koordinasi terencana dari kegiatan kolektif dan melibatkan manajemen.
  • Terdiri lebih dari satu orang.
  • Memiliki struktur / memiliki hirarki otoritas.
  • Berorientasi untuk mencapai tujuan bersama.
Dari gambaran mengenai organisasi di atas mulai tergambar apa itu ergonomi organisasi. Seperti yang kita ketahui ergonomi berorientasikan pada manusia (baca definisi ergonomi disini). Jika dalam perancangan-perancangan ergonomi fisik atau kognitif biasanya hanya sampai berbicara mengenai perancangan agar sesuai dengan kapabilitas manusia yang bekerja atau pekerja, maka dari gambaran mengenai organisasi di atas dapat diketahui bahwa ternyata dalam bekerja, manusia yang bekerja itu juga berhubungan dengan manusia lainnya yang juga sama-sama bekerja entah dalam elemen kerja yang sama atau berbeda dimana keseluruhan elemen-elemen kerja akan membentuk suatu sistem kerja secara keseluruhan. Inilah yang dibahas dalam ergonomi organisasi.


Ergonomi organisasi merupakan cabang ergonomi yang berhubungan dengan optimasi sistem. Karena itu juga dikenal sebagai ergonomi sistem. Secara rinci, ergonomi organisasi, disebut juga sebagai ergonomi makro, adalah bidang ergonomi yang fokus pada pengoptimalan sistem sociotechnical, termasuk struktur organisasi, kebijakan, dan proses organisasi. Topik-topik yang relevan dalam ergonomi organisasi antara lain: komunikasi kerja, manajemen sumber daya manusia (MSDM), perancangan kerja dan tugas, perancangan waktu kerja (time study), teamwork, perancangan partisipasi, komunitas ergonomi, kultur organisasi, organisasi virtual, shift kerja, penjadwalan kerja, kepuasan kerja, motivasi, pengawasan kerja, budaya kerja, kerja sama tim, telecommuting / telework, etika, kerja kooperatif (misalnya kooperatif berfasilitaskan komputer), paradigama kerja baru, manajemen mutu dll.

Ergonomi organisasi merupakan tool untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Ergonomi organisasi berurusan dengan optimalisasi desain sistem kerja atau organisasi kerja melalui pertimbangan personil, teknologi, dan variabel lingkungan dan interaksi-interaksinya. Jadi pendek kata, ergonomi organisasi berurusan dengan perancangan atau desain organisasi kerja. Desain organisasi yang berbeda dapat memanfaatkan teknologi yang sama (Emery & Trist, 1960). Kuncinya adalah untuk memilih desain organisasi yang paling efektif dalam hal:
  • Orang / porsi manusia dalam sistem.
  • Sistem eksternal yang relevan.
Langkah-langkah ergonomi yang umum seperti menyediakan peralatan yang ergonomis dan pelatihan yang tepat hanyalah bagian dari solusi ergonomi mikro. Namun dengan mengevaluasi (atau merancang) sistem dengan prinsip-prinsip ergonomis dapat mengoptimalkan produktivitas secara keseluruhan dan inilah ergonomi organisasi. Jadi ergonomi organisasi / makro diaplikasikan dalam mengoptimasi sebuah tempat kerja atau sistem kerja secara keseluruhan. Hal ini berbeda dengan ergonomi mikro yang hanya fokus pada bagian per bagian elemen kerja dari sistem kerja tersebut. Jika ergonomi mikro hanya membahas masalah fisik saja atau kognitif saja pada sebuah elemen kerja maka ergonomi makro melibatkan kedua hal fisik dan kognitif tersebut karena ergonomi makro menyentuh keseluruhan sistem kerja yang terdiri dari banyak gabungan elemen-elemen kerja. Bahkan ergonomi organisasi atau makro ini memadukan unsur-unsur fisik dan kognitif tersebut dengan psikososial karena dalam organisasi terdiri dari lebih dari satu orang dan berfokus pada situasi kerja yang baik dengan efisiensi tinggi. Secara kasar bisa disebut bahwa kumpulan ergonomi-ergonomi mikro akan membentuk ergonomi makro.

Intinya ergonomi organisasi bekerja pada optimalisasi tempat atau sistem kerja secara lengkap dan komplit dan tidak hanya memandang per elemen kerja atau per pekerja. Sebagai contoh, manajemen shift kerja pada pabrik minuman ringan dalam desainnya tidak hanya memperhatikan suatu elemen kerja misalnya proses UHT saja tapi memperhatikan keseluruhan elemen kerja dalam satu siklus produksi, selain itu juga tidak hanya memperhatikan beban kerja fisik saja namun juga beban kerja kognitif, mental dsb, dan terakhir tidak hanya memperhatikan satu pekerja saja karena dalam produksi tersebut melibatkan banyak pekerja sehingga perlu dilakukan rotasi shift. Jadi ergonomi organisasi mencakup semua pengelolaan segala hal dalam organisasi dengan maksud untuk membuat tempat kerja tersebut menjadi tempat yang lebih baik untuk bekerja. Tujuan dari ergonomi organisasi adalah sistem kerja yang efisien dan harmonis sepenuhnya baik pada tingkat makro maupun mikro yang menghasilkan peningkatan produktivitas, dan kepuasan, kesehatan, keselamatan, dan komitmen pekerja. Secara rinci tujuan dan peran ergonomi organisasi sebagai berikut:
  • Memberikan sistem kerja yang sepenuhnya harmonis yang menjamin kepuasan kerja dan komitmen pekerja.
  • Membantu mengatasi beban kerja fisik sekaligus mental.
  • Meningkatkan kualitas dan produktivitas total dari sistem kerja
  • Menyediakan lingkungan kerja yang safe dan healthy.
  • Sinergi dalam organisasi dapat dicapai.
Intervensi Ergonomi Organisasi
Biasanya intervensi ergonomi muncul sebagai konsekuensi dari adanya suatu teknologi pada hubungan manusia, proses, dan institusi. Bentuk intervensi ergonomi organisasi diantaranya sebagai berikut:
  • Melibatkan pekerja dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah ergonomis. Hal ini juga dikenal sebagai ergonomi partisipatif
  • Memperbaiki proses sistem secara total, seperti value stream mapping dalam produksi dan proses manajerial
  • Menerapkan safety sebagai bagian integral dari budaya organisasi.
Tujuan Model Keseimbangan (Balance Model)
Tempat kerja atau sistem kerja yang menerapkan ergonomi organisasi menganut model keseimbangan. Semua sistem berinteraksi, dan setiap perubahan dalam satu sistem berdampak pada elemen lainnya. Jika semua elemen ini tidak dirancang untuk bekerja dalam kesinergisan (menjadi tidak seimbang) maka keselamatan, produktivitas, efisiensi, dan kualitas bisa menurun. Pencapaian keseimbangan juga berarti sama dengan melakukan penghematan biaya atau penghindaran dari pengeluaran biaya. Oleh karena itu dengan model keseimbangan, setiap upaya dilakukan untuk mengantisipasi dan meminimalkan dampak dari perubahan. Faktor-faktor yang cenderung menghambat keseimbangan dapat bersifat individual atau organisasi seperti:
  • Seorang pekerja yang kurang memiliki keterampilan atau pengetahuan dasar untuk menyelesaikan tugas secara efektif dan efisien.
  • Karyawan yang tidak setuju dengan praktek manajemen.
  • Aktivitas organisasi yang merugikan lingkungan
  • Faktor luar yang mempengaruhi lingkungan kerja.
Para ahli ergonomi organisasi akan mengidentifikasi dan memperbaiki unsur-unsur atau faktor-faktor yang mencegah pencapaian keseimbangan tersebut.

Aplikasi Ergonomi Organisasi

Mayoritas aplikasi ergonomi organisasi adalah dalam pengenalan dan integrasi teknologi baru ke tempat kerja. Ketika perusahaan menerapkan teknologi baru, mereka harus mempertimbangkan beberapa faktor dari teknologi tersebut:
  • Fungsi.
  • Kemampuan.
  • Kapasitas.
  • User-friendliness.
  • Integrasi.
Ergonomi organisasi merupakan bidang di ergonomi yang sering diabaikan di tempat kerja karena berkonsentrasi pada faktor-faktor yang tak berwujud. Meskipun mungkin akan sangat sulit untuk mengukur efek dari intervensi ergonomi organisasi, tapi tidak diragukan lagi bahwa dengan intervensi ergonomi organisasi maka perusahaan akan menuai banyak manfaat termasuk kepuasan karyawan dan produktivitas yang lebih tinggi.

Postingan terkait: