Perancangan Berpusatkan / Berorientasi pada Manusia (Human Centered Design)

Mc. Cormick dan Sanders menyatakan bahwa salah satu bagian dari aplikasi ergonomika adalah human error, kecelakaan dan keselamatan kerja. Pendekatan ini menganut prinsip human centered design atau fit the job to the man dimana manusia diperlakukan sebagai pusat sistem. Karena manusia sebagai pusat sistem, maka semua perancangan sistem kerja diarahkan pada perancangan yang sesuai dengan manusia itu sendiri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas kerja dengan tetap memandang manusia sebagai pusat sistem untuk mempertahankan dan meningkatkan unsur kenyamanan dan kesehatan.
Jika manusia melakukan suatu pekerjaan maka sangat banyak faktor yang terlibat dan mempengaruhi keberhasilan pekerjaan itu. Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi manusia tersebut dapat dibagi dua, yaitu faktor individual dan faktor situasional. Faktor individual berasal dari diri manusia itu sendiri misalnya usia, pendidikan, motivasi, pengalaman. Faktor situasional berasal dari luar diri manusia itu misalnya kondisi mesin, kondisi pekerjaan, karakteristik lingkungan. Berbeda dengan faktor-faktor individual, faktor-faktor situasional dapat diubah untuk memberikan pengaruh pada keberhasilan kerja. Faktor-faktor situasional tersebut dapat disesuaikan dengan manusia yang melakukan kerja (fit the job to the man). Tujuannya adalah agar pekerjaan yang dilakukan efisien, hasil kerja yang didapat efektif dengan produktivitas tinggi. 

Referensi: Pentingnya Bidang Ergonomika pada Lingkup Litbang Menuju Era Industrialisasi, Zuhair (Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana) dan Suharyo Widagdo (Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir – BATAN).
Baca selengkapnyaPerancangan Berpusatkan / Berorientasi pada Manusia (Human Centered Design)

Pentingnya Bidang Ergonomi pada Lingkup Litbang Menuju Era Industrialisasi

Dunia litbang (penelitian dan pengembangan) atau R&D (research and development) sama sekali tak dapat dipisahkan dari dunia IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Inovasi-inovasi terbaru dalam teknologi tidak akan dapat terjadi tanpa didahului litbang. Selama ini litbang lebih terpusat pada dunia instrumentasi dan mekanik saja tanpa penyertaan di bidang faktor manusia atau ergonomika. Penelitian bidang ergonomika itu sangat penting karena ternyata faktor manusia memegang peranan penting pada masalah keselamatan instalasi. Masalah pengoperasian yang menentukan efektivitas dan masalah resiko kecelakaan juga tidak lepas dari peran manusia yang menanganinya. Produk teknologi tidak akan pernah bebas dari faktor manusia mulai dari perancangan, pemakaian serta perawatannya.


Perhatian utama ergonomika atau lebih sering dikenal dengan ergonomi adalah pada manusia dan interaksinya dengan produk, perlengkapan, fasilitas, prosedur serta lingkungan tempatnya bekerja atau tinggal karena ergonomika mempunyai dua tujuan utama. Tujuan pertama adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Termasuk di sini adalah meningkatnya produktivitas dan berkurangnya terjadinya kesalahan kerja. Tujuan yang kedua adalah meningkatnya keselamatan, keamanan, kepuasan bekerja dan kualitas hidup serta mengurangi kelelahan dan ketegangan (stress).

Ilmu ergonomi memang relatif masih baru di Indonesia, itupun baru diperkenalkan dan diaplikasikan secara sporadis di lingkungan tertentu. Terlebih lagi dalam dunia perancangan, kenyataan menunjukkan betapa kesadaran ergonomis belum tertanam. Kasus-kasus kecelakaan yang terjadi di sektor perhubungan maupun industri lebih banyak diakibatkan oleh salahnya pendekatan ergonomika.

Terkadang terasa kehidupan kita terlalu berorientasi pada kuantitas, berkorban sekecil-kecilnya dengan mengharapkan hasil sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kualitas. Pilihan-pilihan desain terlalu diukur pada harga yang murah yang berkonotasi pada penghematan biaya daripada produktivitas dan efektivitas desain tadi pada peningkatan taraf hidup manusia. Karena ergonomika berprinsip pada efektivitas sekaligus mencari keseimbangan yang manusiawi, maka ergonomika bergerak dalam 2 jalur, yaitu kualitas dan kuantitas dan ilmu-ilmu semacam inilah yang diperlukan dalam pembangunan nasional.

Ilmu ergonomika perlu mendapat tempat baik dalam tahap perancangan, pemakaian maupun perawatan untuk memperkecil bahaya-bahaya yang timbul akibat kesalahan kerja. Dalam dunia perancangan kenyataan menunjukkan betapa kesadaran ergonomika belum tertanam.

Untuk mendesain peralatan atau instalasi secara ergonomis yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau mendesain peralatan yang ada pada lingkungan harus disesuaikan dengan manusia di lingkungan tersebut. Apabila tidak ergonomis akan menimbulkan berbagai dampak negatif pada penggunaannya.

Sumber: Pentingnya Bidang Ergonomika pada Lingkup Litbang Menuju Era Industrialisasi, Zuhair (Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana) dan Suharyo Widagdo (Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir – BATAN).
Baca selengkapnyaPentingnya Bidang Ergonomi pada Lingkup Litbang Menuju Era Industrialisasi

10 Fakta Menarik tentang Sejarah Ergonomi

Banyak orang masih percaya bahwa ergonomi merupakan “ide yang baru”. Namun fakta menunjukkan bahwa konsep ergonomi sudah ditemukan sejak lama. Istlah ergonomi memang masih cukup baru, namun ide dan konsep yang melatarbelakangi kemunculan ergonomi bukan merupakan hal yang baru. Berikut diberikan beberapa fakta menarik tentang sejarah ergonomi:
  1. Revolusi industri menghasilkan banyak penemuan baru yang bertujuan untuk membantu manusia melakukan banyak hal atau pekerjaan secara lebih cepat dan lebih efisien. Sebagai tambahan untuk mempercepat suatu pekerjaan, item-item atau produk-produk yang dhasilkan juga lebih seragam dan juga tahan lama. Teori ini banyak melatarbelakangi konsep ergonomi yang dpakai saat ini.
  2. Pada awal 1700an, terdapat dokumen-dokumen yang ditulis yang membandingkan berbagai macam pekerjaan dan penyakit-penyakit atau cedera-cedera yang saling berhubungan. Bernardino Ramazinni, seorang dokter Italia, yang hidup dari 1633 sampai 1714, dinobatkan menjadi bapak kedokteran kerja atau okupasi. Hal ini dikarenakan dia dapat melhat secara jelas hubungan antara kesehatan manusia dan pekerjaannya.
  3. Istilah ergonomi diciptakan pada tahun 1857 oleh Wojciech Jastrzebowski. Seorang ahli biologi dari Polandia menulis narasi filosofi mengenai the science of nature termasuk istilah dan konsep-konsepnya. Dia melakukan penelitian the study of work (kajian tentang kerja) dan selanjutnya banyak dilibatkan di beberapa konsep dasar ergonomi.
  4. Istilah ergonomi berasal dari istilah Yunani. “Ergon” berarti kerja dan “nomos” berarti hokum/aturan. Maka ergonomi adalah ‘working according to nature’ atau bekerja berdasarkan kondisi alami dan bukan melakukan kerja yang sulit bagi tubuh.
    (Untuk mengetahui lebih lanjut tentang definisi ergonomi klik disini)
  5. Dengan kepopuleran scientific management (manajemen sains) pada awal 1900an, industri-industri besar menjadi sadar bahwa produktivitas yang lebih baik akan tercapai saat pekerja ditempatkan di posisi tertentu. Walaupun pada saat itu sebagan besar konsep dasar ergonomi masih belum dipahami namun orang-orang mulai melihat beberapa hubungan antara kesehatan mausia dan pekerjaan yang dilakukannya tiap hari.
  6. Frederick W. Taylor, yang hidup dari 1856-1915, adalah seorang insinyur mesin Amerika yang mecoba memperbaiki kompetensi industri. Dia dianggap sebagai pendiri atau penemu scientific management (manajemen sains) dan merupakan salah satu konsultan manajemen yang paling awal. Dia sangat tertarik pada ergonomi dan menemukan metode yang unik untuk meningkatkan produksi/produktivitas pekerja. Sebagai contoh, pada suatu perusahaan baja, dia memulai memadankan (match) sekop (shovel) dengan jenis bahan atau material yang akan diserok/digali dengan sekop tersebut (material tersebut berupa abu, batu bara, dan bijih besi). Hasilnya, dia dapat meningkatkan upah pekerja dan tingkat produktivitas meningkat.
  7. Frank dan Lillian Gilbreth (pionir teknik industri) sangat tertarik dengan teori Taylor. Frank dan Lillian Gilbreth mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap ergonomi. Mereka lebih mengarah kepada pengurangan gerakan yang dibutuhkan dalam tugas atau pekerjaan tertentu, dan hal ini membawa dan mengarahkan manusia kepada konsep inti dari ergonomi untuk pertama kalinya.
    (Apa kaitan teknik industri dan ergonomi? Klik disini)

  8. Seorang opsir tentara, Alphonse Chapanis memulai untuk memindah-mindahkan benda-benda atau onjek-objek yang berada di sekitar kokpit pesawat saat perang dunia ke-2. Dia menyadari bahwa saat panel instrument disederhanakan, pilot-pilot membuat lebih sedikit kesalahan dan lebih sukses dalam pengalaman terbangnya. Hal ini mirip dengan ergonomi di perkantoran dimana manusia dapat memiliki performa yang baik tiap hari di meja kerjanya saat objek-objek diletakkan di posisi yang tepat sesuai denagn tubuhnya agar berfungsi dengan baik.
    (Panel instrument sangat berkaitan dengan control dan usabilitas, untuk mengetahui tentang usabilitas klik disini, sedangkan ergonomi di meja kantor berkaitan dengan 5S, untuk mengetahui lebih lanjut tentang 5S klik disini)
  9. Setelah perang dunia ke-2, ergonomi menjadi sangat penting tidak hanya untuk kepentingan produktivitas, tetapi juga untuk keselamatan (safety) pekerja. Pada waktu itu banyak sekali riset yang dilakukan mengenai safety dan professional di bidang kesehatan mulai menaruh perhatian. Sebelumnya telah disadaro bahwa profesi seseorang dapat menjadi anacaman kesehatan jika ergonomic yang tepat tdak diaplikasikan. Oleh karena itu para manajer mulai menggunakan lebih banyak produk-produk ergonomis seperti meja kenferensi, meja tulis, dan kursi kantor yang ergonomis untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan dan produktvitas pekerja.
    (Bagaimana hubungan ergonomi dengan keselamatan, kesehatan dan produktivitas? Klik disini, disini, dan disini)
  10. Banyak sekali ide-ide mengenai bagaimana ergonomi akan berkembang d masa depan. Karena saat ini banyak pekerjaan tidak memerlukan banyak aktivitas fisik, banyak perusahaan mencari jalan untuk mempromosikan kesehatan staf kantor yang lebih baik. Contohnya pengadaan standing desk dan treadmill di dalam kantor untuk menjaga pekerja agar tetap bergerak, agar otot lentur dan mengurangi kemungkinan otot yang tegang.
    (Bagaimana ergonomi di masa depan? Klik disini)
Sumber: http://www.naturalremedyhealth.com/vitamins-suplements/2074-10-amazing-facts-about-the-history-of-ergonomics
Baca selengkapnya10 Fakta Menarik tentang Sejarah Ergonomi

Saat Bising Pria Bisa Mendengar Lebih Baik dari Perempuan

Saat suasana berisik atau bising, seseorang biasanya sulit untuk mendengar suara orang lain. Namun saat bising seperti itu laki-laki bisa mendengar lebih baik dibanding perempuan. Peneliti mengungkapkan kemampuan laki-laki yang lebih baik daripada perempuan dalam mendengar suara di tempat yang berisik, kemungkinan karena adanya faktor evolusi yang berperan.

Partisipan laki-laki dan perempuan yang ikut dalam studi ini diuji kemampuan audio-spasialnya dalam mendengarkan suara dan menentukan lokasi sumber suara. Pada awalnya saat suara diberikan satu per satu maka laki-laki dan perempuan memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Tapi ketika beberapa suara datangnya secara bersamaan, maka perempuan lebih sulit mendengar dan menentukan sumber dari satu suara dibandingkan dengan laki-laki. Studi ini dipublikasikan dalam edisi Juni jurnal Cortex, seperti dikutip dari HealthDay, Selasa (12/7/2011).

Para peneliti menuturkan bahwa kemampuan dalam mendeteksi dan berkonsentrasi hanya pada satu suara di dalam kondisi bising atau berisik dikenal sebagai fenomena pesta koktail (cocktail party phenomenon).

Hal lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah laki-laki cenderung bisa melakukan sesuatu secara lebih baik dari pada perempuan dalam hal kemampuan visuospatial, seperti menemukan jalan untuk tempat-tempat baru.

Studi lain menyebutkan kemampuan mendengar saat kondisi ribut diyakini karena sistem pendengaran melakukan korelasi silang antara sinyal yang datang ke telinga dan kemudian otak mampu menganalisa pola untuk menentukan sinyal dari sumber suara yang diinginkan.
Otak nantinya akan memilih suara yang harus diperhatikan dari banyaknya suara yang didengar saat kondisi berisik. Dalam hal ini otak memiliki mekanisme tersendiri dalam menyeleksi tergantung dari seberapa penting rangsangan suara yang diterima.
Sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/07/12/080931/1679274/763/saat-bising-pria-bisa-mendengar-lebih-baik-dari-perempuan
Baca selengkapnyaSaat Bising Pria Bisa Mendengar Lebih Baik dari Perempuan

6 Tanda Anda Tidak Nyaman dengan Pekerjaan

Mengejar kesuksesan karir sangat penting dalam kehidupan. Tidak hanya memberikan penghasilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan, tapi juga memberikan kepuasaan batin.

Ketika Anda merasa nyaman dan memiliki passion dengan pekerjaan yang dijalankan, maka akan lebih bersemangat dalam menghabiskan hari-hari Anda di kantor. Sebaliknya, ketika Anda tidak merasa nyaman dengan pekerjaan, akan terlihat dalam sikap Anda. Jadi, ketahuilah tanda-tanda jika Anda kurang nyaman dengan karir Anda. Setelah mengetahuinya, Anda dapat intropeksi diri dan segera mencari karir impian dan menggapainya.

Dilansir dari All Women Talks, berikut enam tanda karyawan tidak nyaman dengan pekerjaannya.

Merasa terpaksa pergi ke kantor
Ketika setiap pagi Anda merasa sangat malas untuk pergi ke kantor dan berharap sakit setiap pagi, maka Anda tidak menikmati pekerjaan. Ini merupakan tanda bahwa karir yang Anda jalankan tidak memberikan kepuasaan yang Anda cari.

Performa Anda kurang baik
Salah satu alasan orang menikmati pekerjaan karena mereka bisa bekerja dengan baik. Sebaliknya, jika Anda merasa tidak bisa bekerja dengan baik dan kurang bersemangat, maka Anda perlu mempertimbangkan pekerjaan Anda saat ini.

Sering mengeluh tentang pekerjaan
Terus-menerus mengeluh tentang pekerjaan bararti Anda membutuhkan pekerjaan baru. Mempertimbangkan karir baru dapat membuat Anda lebih bahagia dan mengurangi stres.

Masuk terlambat dan pulang lebih awal
Kurangnya motivasi dalam pekerjaan biasa terlihat dari keterlamabatan dan pulang lebih awal. Ini berarti Anda tidak menikmati apa yang Anda kerjakan.

Menghabiskan waktu di kantor dengan membuka situs jejaring sosial

Tidak dipungkiri banyak karyawan yang sering mencuri-curi waktu untuk dapat membuka situs jejaring sosal seperti Facebook dan Twitter. Namun, jika Anda hanya browsing Facebook, Twitter dan Online shop seharian, maka Anda tidak peduli untuk menyelesaikan pekerjaan. Ini jelas Anda sangat kurang termotivasi dengan pekerjaan yang dijalankan.

Tidak merasa tertantang
Beberapa orang merasa termotivasi ketika mereka memiliki tantangan. Jika Anda tidak merasa tertantang dengan pekerjaan, sebaiknya pertimbangkan pekerjaan yang lain.

Sumber: http://www.wolipop.com/read/2011/06/20/131113/1663878/1133/6-tanda-anda-tidak-nyaman-dengan-pekerjaan

Dari tanda-tanda di atas dapat diambil benang merah bahwa ketidaknyamanan tersebut mucul karena pekerjaan yang tidak fit atau tidak sesuai dengan si pekerja atau dengan kata lain tidak ergonomis. Karena itu prinsip ergonomi yakni fit the job to the man sangat perlu diperhatikan.
Baca selengkapnya6 Tanda Anda Tidak Nyaman dengan Pekerjaan