SHE is Fun

Judul di atas saya copy dari artikel blog http://asepsaiba.wordpress.com. Saya merasa judul ini sangat menarik karena ergonomi dan semua yang berkaitan dengan safety, health, dan environment (SHE) sebenarnya sangat “fun”.

Di Indonesia, SHE sering diterjemahkan menjadi K3L atau K3PL (Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta Perlindungan Lingkungan) dan di international lebih sering digunakan istilah HSE (Health, Safety, and Environment) dan ada juga yang menggunakan istilah EHS (*ya benar hanya dibalik-balik urutannya saja).


SHE is FUN, istilah ini mengandung makna bahwa HSE itu sebenarnya adalah sesuatu yang menyenangkan dan jangan menjadi beban, karena selayaknya sebuah celana, HSE harus dianggap sebagai kebutuhan bagi setiap pegawai. FUN, merupakan kependekan dari kata-kata: Focus, Unity, eNergetic. Fokus pada tujuan yang sama, yaitu “Zero Accident”, yang dikerjakan dalam semangat kebersamaan (Unity), dengan  seluruh potensi diri yang ada (eNergetic).

Tidak ada sesuatu yang rahasia dari HSE. Beda dengan bidang lain di suatu perusahaan, seperti marketing, produksi, HRD, atau lainnya. Pengamalan HSE harus bisa dibagikan kepada yang lain termasuk ke perusahaan lain meskipun kepada perusahaan sejenis. Karena dengan berbagi ilmu tentang HSE, maka -seperti seorang ustadz- kita sudah berbagi ilmu yang berguna bagi yang lain.

SHE is FUN, karena FUN maka harus menjadi komitmen tidak hanya bagi perusahaan tapi juga bagi karyawan atau pekerja. Beberapa poin sederhana yang harus mulai ditegakan dengan komitmen sebagai karyawan atau pekerja atau bahkan masyarakat umum untuk menjalankan perilaku yang peduli HSE, antara lain:
  • Berjalan (tidak lari) di area kerja
  • Memegang handrail dan satu langkah setiap saat menggunakan tangga
  • Waspada terhadap lantai yang licin dan tidak rata
  • Menggunakan alas kaki yang baik dan memiliki sol sepatu yang tidak licin
  • Menjaga area kerja bebas dari bahaya (penempatan furnitur dan penyimpanan barang yang benar), perhatikan 5R atau 5S (klik disini)
  • Waspada akan bahaya dari perlatan kerja yang digunakan
  • Perhatikan area-area yang tidak terlihat (blind spot)
  • Evakuasi segera mungkin apabila mendengar alarm dan mengetahui di mana jalan keluar dan tabung pemadam terdekat
  • Menjaga postur yang ergonomis dan mengikuti teknik pengangkatan yang baik
  • Menggunakan safety belt di dalam kendaraan
  • Tidak menelpon / mengangkat telpon ketika mengemudi

Postingan terkait: