Para Penentang K3 / Ergonomi

Tidak semua orang akan menyambut ajakan dari kampanye keselamatan (K3 / Ergonomi). Seperti apa cara mereka menentang dan bagaimana cara mengatasinya?.

Mereka yang mungkin menentang dengan terang terangan ataupun sembunyi sembunyi terhadap kebijakan atau kampanye K3 / Ergonomi yang ada di perusahaan, akan berkata secara lisan atau hanya didalam hati atau juga berbuat sesuatu seperti berikut:
  • Manajemen yang menganggap ergonomi hanya sebuah common sense belaka
  • Manajemen yang menganggap ergonomi / K3 bukanlah suatu investasi yang memberi keuntungan / profit
  • Atasan yang melanggar K3 secara Terang terangan
  • Atasan yang tidak serius dalam mendukung kampanye K3 / ergonomi
  • Mereka yang tidak menghadiri Safety Meeting / Rapat K3
  • “K3 atau ergonomi adalah tugas Safety Officer / HSE dan bukan tugas kami”
  • “Kami tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan K3 / ergonomi”
  • K3 / ergonomi menghabisakan dana perusahaan saja
  • Tidak melaporkan kondisi tidak aman atau kecelakaan kecil karena beranggapan bahwa hal tersebut tidak terlalu membahayakan
  • “Saya sibuk dengan pekerjaan saya dan tidak ada waktu untuk memperhatikan K3 / ergonomi”
  • Menyebabkan akses ke pintu darurat atau menuju tempat penting lainnya menjadi terhambat
  • “Buat apa membicarakan K3 / ergonomi di perusahaan kita, kecelakaan saja tidak ada hingga saat ini “
  • “Dia saja tidak mematuhinya, kenapa saya harus mematuhi”
  • Anggapan ergonomi / K3 hanya berefek pada keselamatan yang menurut mereka tidak begitu krusial dan tidak ada efek ke produktivitas dan kinerja
  • Dll.
Kenapa hal tersebut dapat terjadi? National Weather Service (NWS), sebuah badan yang mengurus masalah penanggulangan dan selalu mengingatkan orang tentang bahaya akan datangnya bencana, dalam salah satu laporannya menyatakan, kenapa ada orang yang menentang setiap peringatan yang disampaikan? Orang orang seperti itu terkena “optimism bias,” yaitu kepercayaan bahwa hal hal buruk seperti kecelakaan, bencana, dsb, hanya akan terjadi pada orang lain dan tidak akan terjadi pada dirinya sehinga menjadi seorang individu yang merasa akan selalu selamat tanpa ada usaha menghindari bahaya / hazards yang mungkin dekat dengan dirinya. Mungkin itu hanya salah satu sebab dari sekian banyak sebab-sebab lainnya.


Lalu Bagaimana cara mengatasi para penentang tersebut? Semoga beberapa tips dibawah dapat bermanfaat, yaitu:
  • Pada dasarnya seseorang tidak akan menolak kebenaran (dalam hal ini K3 / ergonomi), namun orang menolak cara kita menyampaikan K3 / ergonomi tersebut yang mungkin kurang berkenan bagi mereka. Sehingga dengan sedikit pendekatan, komunikasi yang intensif, dan kampanye K3 / ergonomi yang lebih efektif, efisien dan kreatif, akan dapat mengurangi jumah para penentang K3 / ergonomi tersebut.
  • Undang para ahli K3 / ergonomi dari luar perusahaan untuk menjadi pembicara pada seminar internal utuk para karyawan yang diadakan oleh perusahaan
  • Gunakan sumber referensi K3 / ergonomi dari berbagai sumber, sehingga dapat memperkaya cara kita dalam kampanye K3 / ergonomi di perusahaan
  • Apabila memungkinkan, undang pembicara dari korban kecelakaan kerja, dan biarkan ia bercerita tentang bagaimana kecelakaan kerja ini sangat berdampak pada kehidupan pribadinya.
Sumber: http://lorco.co.id/penentang_k3.html

Postingan terkait: