Akuntabilitas dalam Keselamatan

Akuntabilitas menempati peringkat teratas bersama dengan komitmen manajemen (tentang komitmen, selengkapnya disini) sebagai “bahan” paling penting dalam sebuah sistem atau manajemen keselamatan dan kesehatan perusahaan. Selain manajemen yang harus berkomitmen terhadap keselamatan, pekerja atau karyawan juga harus “berkomitmen”, bentuk “komitmen” pekerja ini dinamakan tanggung jawab / akuntabilitas. Jadi pekerja juga memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan yang ada di lingkungan kerja mereka. Bentuk tanggung jawab pekerja ini berkaitan dengan konsekuensi (konsekuensi bisa positif seperti bonus, promosi dsb, bias juga negatif seperti peringatan, hukuman dsb). Manajemen dapat memberlakukan segala macam kebijakan, program, rencana, arahan, aturan, pelatihan dan sebagainya tentang keselamatan (ergonomi / K3), namun jika tidak dibarengi dengan penerapan konsekuensi yang tepat dan efektif dan tidak menekankan akuntabilitas maka perilaku (safe behavior) yang diinginkan tidak akan bertahan. Jika karyawan tidak percaya bahwa mereka akan bertanggung jawab atas keputusan-keputusan yang mereka buat dan tindakan mereka ambil, Anda dapat yakin bahwa setiap upaya keselamatan seperti program-program ergonomi / K3 pada akhirnya akan gagal. 


Apa itu Akuntabilitas?
Dalam bahasa Indonesia, akuntabilitas dapat berarti tanggung jawab. Dalam bahasa Inggris, tanggung jawab ini bisa diartikan ke dua kata yakni responsibility dan accountability, akuntabilitas yang dimaksud disini dalam bahasa Inggris adalah accountability. Sekilas dua kata ini memiliki arti yang sama, namun menurut OSHA, dua istilah ini memiliki makna yang berbeda:
  • Responsible dapat diartikan sebagai hanya "kewajiban untuk memenuhi tugas." Untuk menjadi responsible, Anda hanya perlu dibebankan pada satu atau lebih tugas atau pekerjaan.
  • Accountable dapat diartikan sebagai "kewajiban untuk memenuhi tugas berdasarkan suatu standar atau sejenisnya." Dalam accountability, tidak hanya sebatas dibebankan pada satu atau lebih pekerjaan namun lebih lanjut lagi kinerja diukur berdasarkan beberapa kriteria atau standar tertentu dan terdapat konsekuensi yang diterapkan sesuai dengan tingkat atau kualitas kinerja.
Dalam sistem kerja yang baik yang menekankan keselamatan, penyelesaian suatu pekerjaan tidak hanya harus responsible namun lebih jauh lagi harus accountable karena akuntabilitas akan membantu sistem keselamatan menjadi sustainable. Pekerja harus sadar bahwa mereka juga memiliki tanggung jawab terhadap program-program keselamatan seperti program ergonomi / K3 dan kesadaran tanggung jawab ini akan terjadi jika konsekuensi yang tepat dan efektif dan menekankan akuntabilitas diterapkan. Jika manajemen sudah memiliki komitmen terhadap ergonomi / K3 dan pekerja juga sadar akan bagian tanggung jawabnya terhadap ergonomi / K3 maka keselamatan dan produktivitas atau kinerja yang optimal akan tercapai.

Referensi: OSHA

Postingan terkait: