Teknik Industri dan Islam

Tulisan ini bernuansa agama

Ergonomi dikenal dibeberapa bidang diantaranya teknik industri (dimana biasanya disini terdapat laboratorium khusus ergonomi), kesehatan masyarakat, kedokteran (okupasi), dan psikologi. Ergonomi sangat banyak dipelajari di bidang teknik industri (untuk mengetahui hubungan ergonomi dan teknik industri klik disini). Pada bulan Ramadhan kali ini akan dibahas bagaimana kaitan antara salah satu induk dari bidang ergonomi yakni teknik industri dengan Islam.

Objek utama dari disiplin ilmu Teknik Industri (TI) adalah sebuah sistem terintegrasi yang terdiri dari :
  1. Manusia
  2. Material
  3. Informasi
  4. Peralatan
  5. Energi
Manusia

Dalam disiplin ilmu TI dipelajari bagaimana manusia bekerja, beraktivitas dengan produktif, dan berinteraksi dengan lingkungan kerja secara nyaman. Jikalau dalam Islam manusia bisa bertindak sebagai subjek dan objek, dalam TI manusia diletakkan sebagai objek, yaitu sesuatu yang dipelajari untuk mencapai tujuan yaitu hasil yang maksimal. Tujuan dipelajarinya manusia bukan untuk mencapai perbaikan kualitas manusia, tetapi mencapai perbaikan kualitas sistem dengan menjaga manusia sebagai operator. Bagaimanapun manusia yang sehat dan bekerja dalam kenyamanan / keselamatan / kesehatan akan menambah produktivitas sistem kerja tersebut. Objek utama TI berupa manusia ini dipelajari di ergonomic atau human factors. Untuk mengetahui hubungan ergonomi dengan Islam lebih detil klik disini.

Material

Material juga merupakan objek studi TI karena dalam menyusun sebuah sistem kerja yang integral (menyeluruh, bukan parsial), dibutuhkan elemen bahan baku, dalam hal ini material. Termasuk material yang dipelajari oleh ilmu TI adalah besi (al-Hadid), yang juga disinggung dalam Alquran dalam potongan surat al-Hadid(57) ayat 25 berikut:
“...Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”

Selain itu, mempelajari material berarti mempelajari tentang alam. Dengan mempelajari alam ini, akademisi TI bisa bertafakur tentang alam, sehingga bisa saja menjadi pengingat akan kekuasaan Allah.

Informasi

Informasi dalam ilmu TI bermakna segala hal yang berhubungan dengan penyampaian berita, baik mengenai keadaan suatu sistem kerja yang telah terbangun, ataupun berita tentang luar sistem kerja yang berakibat pada sistem kerja tersebut. Contohnya, pada sistem kerja restoran, harga bahan baku seperti nasi adalah informasi di luar sistem kerja yang berpengaruh terhadap sistem kerja tersebut. Rasulullah menganjurkan setiap muslim selalu update terhadap setiap perkembangan yang ada dalam aspek kehidupan, hal ini tertera dalam hadist: Sampaikanlah walau satu ayat...

Islam sangat melarang umatnya kuper (kurang pergaulan), karena salah satu permasalahan umat Islam saat ini adalah doĆ¢ fut tsaqofah (lemahnya pengetahuan). Karena itulah, hendaknya tiap-tiap muslim rajin membaca dan mengupdate informasi untuk menambah wawasan.

Peralatan

Peralatan sebagai objek kajian TI maksudnya adalah segala sesuatu yang dapat dipakai untuk memudahkan pekerjaan. Islampun membolehkan menggunakan alat apa saja untuk melakukan suatu pekerjaan asalkan sesuai syariat Islam.

Energi


Energi yang dimaksud dalam objek TI adalah segala daya / kemampuan yang dapat digunakan untuk mendukung terciptanya sistem kerja yang efektif dan efisien. Dalam penerapannya, daya/kemampuan yang dipergunakan ini bisa dari bermacam-macam sumber, seperti manusia, mesin, hewan, dsb. Allah menyinggung agar kita menggunakan daya/kemampuannya dalam berbuat kebaikan:
“...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah, 5:2).

Dari tulisan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa objek kajian TI berupa daya sesuai dengan nilai-nilai Islam, yaitu penggunaan daya sebesar-besarnya di dalam kebaikan, yang dalam hal ini adalah mendukung kelancaran sistem kerja yang baik.

Sumber:
  • ISLAM DAN TEKNIK INDUSTRI, Reza Nasrullah (reza.nasrullah@gmail.com), Lecturer at Industrial Engineering Study Program-Eng.Faculty-UNISBA-Indonesia
  • http://iniblogdhani.blogspot.com/2008/12/islam-dan-teknik-industri-2.html
  • http://iniblogdhani.blogspot.com/2008/12/islam-dan-teknik-industri-3-habis.html

Postingan terkait: