Sejarah Ergonomi

Sebelumnya sudah pernah dibahas sejarah ergonomi, selengkapnya klik disini. Saat ini kembali dibahas sejarah mengenai ergonomi di internasional dan di Indonesia.

Sejarah Ergonomi di Internasional


Ergonomi dipopulerkan pertama kali pada tahun 1949 sebagai judul buku yang dikarang oleh Prof. Murrel. Sedangkan kata ergonomi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu ergon (kerja) dan nomos (aturan/prinsip/kaidah). Istilah ergonomi digunakan secara luas di Eropa. Di Amerika Serikat dikenal istilah human factor atau human engineering. Kedua istilah tersebut (ergonomic dan human factor) hanya berbeda pada penekanannya. Intinya kedua kata tersebut sama-sama menekankan pada performansi dan perilaku manusia. Menurut Hawkins (1987), untuk mencapai tujuan praktisnya, keduanya dapat digunakan sebagai referensi untuk teknologi yang sama.

Ergonomi telah menjadi bagian dari perkembangan budaya manusia sejak 4000 tahun yang lalu (Dan Mac Leod, 1995). Perkembangan ilmu ergonomi dimulai saat manusia merancang benda-benda sederhana, seperti batu untuk membantu tangan dalam melakukan pekerjaannya, sampai dilakukannya perbaikan atau perubahan pada alat bantu tersebut untuk memudahkan penggunanya. Pada awalnya perkembangan tersebut masih tidak teratur dan tidak terarah, bahkan kadang-kadang terjadi secara kebetulan.

Perkembangan ergonomi modern dimulai kurang lebih seratus tahun yang lalu pada saat Taylor (1880-an) dan Gilberth (1890-an) secara terpisah melakukan studi tentang waktu dan gerakan. Penggunaan ergonomi secara nyata dimulai pada Perang Dunia I untuk mengoptimasikan interaksi antara produk dengan manusia.

Sejarah Ergonomi di Indonesia

Sejarah ergonomi di Indonesia erat kaitannya dengan Bali. Kata Ergonomi di tingkat nasional mulai diperkenalkan sejak tahun 1969 melalui suatu pertemuan ilmiah dengan tema ”Kesehatan dan Produktivitas” dalam suatu judul makalah ”Approach Ergonomi dalam rangka Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja Perusahaan” (Manuaba, 1987). Pada tahun ini juga untuk pertama kalinya di dalam dunia pendidikan ergonomi diberikan sebagai suatu mata kuliah. Di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ergonomi disinggung dalam kaitan dengan mata kuliah ilmu faal, untuk kemudian ditempatkan dalam mata kuliah kesehatan masyarakat, yang diikuti oleh Fakultas Teknik Unud 1971, Peternakan 1972, Asmi 1981 dan desain Interior 1983. Bersamaan dengan itu, lahir Lembaga daerah Hiperkes Bali-Nusra bersama-sama Bagian Ilmu faal FK Unud berkembang menjadi Pusat Ergonomi di kawasan Asia Tenggara, dengan makalah-makalahnya yang disampaikan ke dunia Internasional. Dan juga kursus ergonomi tingkat nasional dan tingkat daerah dimulai pada tahun ini juga.

Pada tahun 1970, kegiatan yang berkaitan dengan masalah ergonomi semakin meningkat ditandai dengan adanya ceramah, kursus, seminar dan penelitian-penelitian. Penelitian tentang Pacul di perdengarkan di forum internasional di Jepang, penelitian yang berkaitan dengan manusia dan lingkungan. Berikutnya penggarapan di sektor industri kecil mulai digalakan, seperti industri pembuat genteng di pejaten Tabanan Bali. Pada Tahun 1973 makalah penelitian disampaikan melalui forum ilmiah seperti seminar gabungan IAIFI-Puskes ABRI, konperensi Nasional Anatomi ke-3, dan 7th Asian Conference on Occupational Helth di Jakarta (Manubaba, 1987). Sampai dengan tahun 1978, hasil-hasil penelitian ergonomi terus diinformasikan di tingkat nasional maupun internasional, seperti pertemuan-pertemuan ilmiah Man and His Environment tahun 1974, Kongres Ikatan Hiperkes Indonesia ke-2 di Surabaya tahun 1975, kongres ke-3 IAIFI di semarang tahun 1976, Simposium Efisiensi Jam Kerja dan Waktu Kerja di Bali tahun 1976, dan juga banyak pertemuan lainnya. Penyebaran konsep dan prinsip ergonomi dimulai pada tahun ini juga, sehingga sampai dengan tahun 1986 pada TVRI Sto. Denpasar tidak kuarang dari 100 topik ergonomi telah disiarkan. Pada tahun 1978 terbit buku ”Pembangunan Bali sampai tahun 2000” di mana di dalam buku tersebut dengan jelas disebutkan ergonomi sebgai salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan demi berhasilnya pembangunan untuk daerah Bali. Pada tahun ini juga telah dikukuhkan Guru Besar Ilmu Faal KF Unud yaitu I B A Manuaba, yang pada pidato pengukuhan Guru Besar menekankan penting prinsip ergonomi sebagai bagian integral dari pembangunan dan mutlak diperlukan dalam perencanaan. Dengan pengukuhan I B A Manuaba ini, menjadi tokoh dan akan penguatan perkembangan ergonomi di Bali, Indonesia, Asia dan Dunia.

Saat ini ergonomi sudah dikenal di banyak bidang pendidikan di Indonesia terutama di teknik industri, kesehatan masyarakat, psikologi, dan kedokteran. Banyak sekali universitas atau sekolah yang menyelenggarakan program studi tersebut melaksanakan kegiatan pendidikan di bidang ergonomi (untuk selengkapnya klik disini). Bahkan saat ini ergonomi telah banyak terdengar (bahkan mungkin lebih banyak terdengar) dari kalangan teknik atau engineering terutama teknik industri dimana ergonomi atau human factors engineering menjadi salah satu jalur keahlian di teknik industri dan di program studi ini biasa dijumpai laboratorium ergonomi. Hal ini wajar mengingat Taylor (1880-an) dan Gilberth (1890-an) yang sangat berjasa bagi sejarah perkembangan ergonomi modern merupakan pionir teknik industri. Alhasil ergonomi di Indonesia saat ini banyak sekali “bermunculan” dari universitas atau institusi atau sekolah yang unggul di bidang teknik seperti ITB, ITS, UGM, UI dsb. Walaupun universitas atau institusi atau sekolah tersebut sudah unggul di bidang ergonomi namun sampai saat ini Bali masih tetap “unik” dalam hal ergonomi salah satunya adalah di Bali terdapat satu-satunya program studi yang menggunakan nama ergonomi yakni pendidikan master ergonomi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Ergonomi tidak bisa lepas dari dua hal yakni engineering (rekayasa / teknik) dan kesehatan. Oleh karena itu dalam sejarah ergonomi juga diwarnai oleh tokoh-tokoh baik di bidang engineering seperti Taylor dan Gilberth (industrial engineering / teknik industri) dan tokoh-tokoh di bidang kesehatan seperti Bernardino Ramazinni (dokter) dan Wojciech Jastrzebowski (ahli biologi). Seperti yang telh disebutkan di atas, sampai saat ini pun ergonomi banyak dipelajari oleh kedua bidang tersebut yakni engineering (terutama industrial engineering dan safety engineering) dan kesehatan (kesehatan masyarakat dan kedokteran). Apakah cakupan ergonomi di kedua bidang tersebut sama atau berbeda? Jawabannya klik disini.