Kerugian yang Timbul dari K3 / Ergonomi yang Buruk

Upaya pencegahan dan pengendalian bahaya kerja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dilakukan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) atau ergonomi di tempat kerja. Oleh karena itu, jika suatu sistem tidak menerapkan K3 atau ergonomi atau menerapkannya tapi masih minimal atau menerapkannya tapi kurang tepat / dengan cara yang salah / buruk maka dapat mengakibatkan kecelakan-kecelakaan kerja.

Terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah yang besar bagi kelangsungan suatu usaha atau sistem. Kerugian yang diderita tidak hanya berupa kerugian materi yang cukup besar namun lebih dari itu adalah timbulnya korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Kehilangan sumber daya manusia ini merupakan kerugian yang sangat besar karena manusia adalah satu-satunya sumber daya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun. Namun apakah hanya itu kerugiannya? Tidak. Memang sudah mulai banyak orang yang mulai menyadari dan memahami bahwa akibat kecelakaan kerja itu cukup merugikan seperti adanya korban jiwa, korban luka, biaya pengobatan, dan terjadinya kerusakan properti. Namun pemahaman ini belum cukup mengingat ternyata kerugian yang ditimbulkan akibat adanya kecelakaan kerja lebih dari itu. Lalu apa saja kerugian-kerugian lain yang timbul? Jawabannya ada di gambar iceberg berikut.


Jika ingin mengetahui kecelakaan-kecelakaan apa saja yang terkenal di dunia dan mengakibatkan kerugian yang sangat banyak klik disini. Namun apakah jumlah kerugian yang disebutkan sudah mencakup seluruh elemen yang disebutkan dalam gambar iceberg di atas? Yang jelas jika tidak ingin mengalami kerugian-kerugian tersebut maka K3 dan ergonomi wajib diterapkan apalagi mengingat mencegah kecelakaan kerja hanyalah salah satu manfaat dari ergonomi karena masih ada manfaat lainnya yakni peningkatan produktivitas dan kualitas kerja yang tentunya tidak merugikan bahkan sangat menguntungkan.