10 Fakta Menarik tentang Sejarah Ergonomi

Banyak orang masih percaya bahwa ergonomi merupakan “ide yang baru”. Namun fakta menunjukkan bahwa konsep ergonomi sudah ditemukan sejak lama. Istlah ergonomi memang masih cukup baru, namun ide dan konsep yang melatarbelakangi kemunculan ergonomi bukan merupakan hal yang baru. Berikut diberikan beberapa fakta menarik tentang sejarah ergonomi:
  1. Revolusi industri menghasilkan banyak penemuan baru yang bertujuan untuk membantu manusia melakukan banyak hal atau pekerjaan secara lebih cepat dan lebih efisien. Sebagai tambahan untuk mempercepat suatu pekerjaan, item-item atau produk-produk yang dhasilkan juga lebih seragam dan juga tahan lama. Teori ini banyak melatarbelakangi konsep ergonomi yang dpakai saat ini.
  2. Pada awal 1700an, terdapat dokumen-dokumen yang ditulis yang membandingkan berbagai macam pekerjaan dan penyakit-penyakit atau cedera-cedera yang saling berhubungan. Bernardino Ramazinni, seorang dokter Italia, yang hidup dari 1633 sampai 1714, dinobatkan menjadi bapak kedokteran kerja atau okupasi. Hal ini dikarenakan dia dapat melhat secara jelas hubungan antara kesehatan manusia dan pekerjaannya.
  3. Istilah ergonomi diciptakan pada tahun 1857 oleh Wojciech Jastrzebowski. Seorang ahli biologi dari Polandia menulis narasi filosofi mengenai the science of nature termasuk istilah dan konsep-konsepnya. Dia melakukan penelitian the study of work (kajian tentang kerja) dan selanjutnya banyak dilibatkan di beberapa konsep dasar ergonomi.
  4. Istilah ergonomi berasal dari istilah Yunani. “Ergon” berarti kerja dan “nomos” berarti hokum/aturan. Maka ergonomi adalah ‘working according to nature’ atau bekerja berdasarkan kondisi alami dan bukan melakukan kerja yang sulit bagi tubuh.
    (Untuk mengetahui lebih lanjut tentang definisi ergonomi klik disini)
  5. Dengan kepopuleran scientific management (manajemen sains) pada awal 1900an, industri-industri besar menjadi sadar bahwa produktivitas yang lebih baik akan tercapai saat pekerja ditempatkan di posisi tertentu. Walaupun pada saat itu sebagan besar konsep dasar ergonomi masih belum dipahami namun orang-orang mulai melihat beberapa hubungan antara kesehatan mausia dan pekerjaan yang dilakukannya tiap hari.
  6. Frederick W. Taylor, yang hidup dari 1856-1915, adalah seorang insinyur mesin Amerika yang mecoba memperbaiki kompetensi industri. Dia dianggap sebagai pendiri atau penemu scientific management (manajemen sains) dan merupakan salah satu konsultan manajemen yang paling awal. Dia sangat tertarik pada ergonomi dan menemukan metode yang unik untuk meningkatkan produksi/produktivitas pekerja. Sebagai contoh, pada suatu perusahaan baja, dia memulai memadankan (match) sekop (shovel) dengan jenis bahan atau material yang akan diserok/digali dengan sekop tersebut (material tersebut berupa abu, batu bara, dan bijih besi). Hasilnya, dia dapat meningkatkan upah pekerja dan tingkat produktivitas meningkat.
  7. Frank dan Lillian Gilbreth (pionir teknik industri) sangat tertarik dengan teori Taylor. Frank dan Lillian Gilbreth mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap ergonomi. Mereka lebih mengarah kepada pengurangan gerakan yang dibutuhkan dalam tugas atau pekerjaan tertentu, dan hal ini membawa dan mengarahkan manusia kepada konsep inti dari ergonomi untuk pertama kalinya.
    (Apa kaitan teknik industri dan ergonomi? Klik disini)

  8. Seorang opsir tentara, Alphonse Chapanis memulai untuk memindah-mindahkan benda-benda atau onjek-objek yang berada di sekitar kokpit pesawat saat perang dunia ke-2. Dia menyadari bahwa saat panel instrument disederhanakan, pilot-pilot membuat lebih sedikit kesalahan dan lebih sukses dalam pengalaman terbangnya. Hal ini mirip dengan ergonomi di perkantoran dimana manusia dapat memiliki performa yang baik tiap hari di meja kerjanya saat objek-objek diletakkan di posisi yang tepat sesuai denagn tubuhnya agar berfungsi dengan baik.
    (Panel instrument sangat berkaitan dengan control dan usabilitas, untuk mengetahui tentang usabilitas klik disini, sedangkan ergonomi di meja kantor berkaitan dengan 5S, untuk mengetahui lebih lanjut tentang 5S klik disini)
  9. Setelah perang dunia ke-2, ergonomi menjadi sangat penting tidak hanya untuk kepentingan produktivitas, tetapi juga untuk keselamatan (safety) pekerja. Pada waktu itu banyak sekali riset yang dilakukan mengenai safety dan professional di bidang kesehatan mulai menaruh perhatian. Sebelumnya telah disadaro bahwa profesi seseorang dapat menjadi anacaman kesehatan jika ergonomic yang tepat tdak diaplikasikan. Oleh karena itu para manajer mulai menggunakan lebih banyak produk-produk ergonomis seperti meja kenferensi, meja tulis, dan kursi kantor yang ergonomis untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan dan produktvitas pekerja.
    (Bagaimana hubungan ergonomi dengan keselamatan, kesehatan dan produktivitas? Klik disini, disini, dan disini)
  10. Banyak sekali ide-ide mengenai bagaimana ergonomi akan berkembang d masa depan. Karena saat ini banyak pekerjaan tidak memerlukan banyak aktivitas fisik, banyak perusahaan mencari jalan untuk mempromosikan kesehatan staf kantor yang lebih baik. Contohnya pengadaan standing desk dan treadmill di dalam kantor untuk menjaga pekerja agar tetap bergerak, agar otot lentur dan mengurangi kemungkinan otot yang tegang.
    (Bagaimana ergonomi di masa depan? Klik disini)
Sumber: http://www.naturalremedyhealth.com/vitamins-suplements/2074-10-amazing-facts-about-the-history-of-ergonomics

Postingan terkait: