Kejujuran dan Kerendahan Hati dapat Meningkatkan Performa Kerja

Pentingkah kejujuran (honesty) dan kerendahan hati (humility) bagi pekerjaan Anda? Untuk menjawabnya simak tulisan di bawah ini.

Berdasarkan peneliti dari Baylor University, Waco, Texas. Pekerja yang jujur dan rendah hati / humble akan memperoleh penilaian performa kerja yang tinggi oleh atasan. Dalam studi ini, rating kejujuran dan kerendahan hati pekerja dapat memproyeksikan bagaimana atasan akan menilai performa kerja pekerja. Ketika kejujuran dan kerendahan hati meningkat maka penilaian performa kerja dari atasan atau supervisor juga meningkat. Studi atau penelitian ini dilakukan mayoritas terhadap pekerja yang bekerja di bidang kerja yang melibatkan hubungan antar individu berupa pelayanan terhadap pelanggan (one-to-one care of “challenging” clients) terutama di bidang kesehatan. Oleh karena itu studi ini masih belum memutuskan apakah hal yang sama juga akan berlaku pada semua jenis bidang kerja terutama bidang kerja yang membutuhkan promosi diri tingkat tinggi seperti sales dan entertainer. Namun secara umum dapat disebutkan bahwa pada kebanyakan lingkungan kerja atau bidang kerja, pekerja yang jujur dan rendah hati (kombinasi dari fairness, ketulusan, kesantunan, dan tidak serakah) akan lebih disukai kolega. Pekerja-pekerja seperti ini biasanya adalah orang-orang yang dapat dipercaya, down-to-earth, dan supel. Dengan karakter seperti itu biasanya pekerja tersebut dapat bekerja sama secara baik dan optimal dengan supervisornya dan rekan kerjanya sehingga akan dipandang memiliki performa kerja yang baik.

Studi tentang hal ini terutama humility masih jarang dilakukan karena sulit untuk diukur. Selain itu diakui bahwa studi di atas masih belum melibatkan faktor narsistik yakni perilaku yang menunjukan kerendahan hati tapi hanya untuk daya tarik dan mencari perhatian dan bukan dari hati. Jadi bisa saja seorang pekerja dianggap memiliki performa kerja yang baik oleh atasannya hanya karena dia dekat dengan atasannya walaupun mungkin sebenarnya produktivitas atau performa kerjanya masih dipertanyakan. Namun yang pasti studi di atas bisa menjadi inspirasi untuk kemunculan penelitian-peneltian berikutnya mengenai hubungan kejujuran dan kerendahan hati dengan performa kerja. Studi ini bisa menjadi sangat menarik dan mungkin bisa menjadi “bukti” yang menunjukan bahwa kejujuran dan kerendahan hati dalam bekerja itu sangat penting terutama untuk negara kita tercinta yang masih bermasalah dengan kejujuran dalam kerja terutama jika dikaitkan dengan KKN yang sepertinya sudah “merembes” dari tingkat tinggi sampai tingkat yang terendah.