Ergonomi dan Produktivitas (Productivity)

Dalam ergonomi, sering kita jumpai slogan health, safety, dan productivity. Pada tulisan sebelumnya telah dibahas dua dari tiga slogan tersebut yakni health atau kesehatan dan safety atau keselamatan (selengkapnya klik disini dan disini). Kali ini akan fokus lagi pada satu dari slogan yang tersisa yakni productivity atau produktivitas. Blog ini pernah membahas tentang produktivitas (selengkapnya klik disini). Apa produktivitas itu?

Menurut J. Ravianto, produktivitas adalah suatu konsep yang menunjang adanya keterkaitan hasil kerja dengan sesuatu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari tenaga kerja.

Sedangkan menurut Muchdarsyah Sinungan, produktivitas adalah hubungan antara hasil nyata maupun fisik (barang atau jasa) dengan masuknya yang sebenarnya, misalnya produktivitas ukuran efisien produktif suatu hasil perbandingan antara hasil keluaran dan hasil masukan.

Mengenai produktivitas Payaman J. Simanjuntak, menjelaskan produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan keseluruhan sumber daya (masukan) yang terdiri dari beberapa faktor seperti tanah, gedung, mesin, peralatan, dan sumber daya manusia yang merupakan sasaran strategis karena peningkatan produktivitas tergantung pada kemampuan tenaga manusia.

Produktivitas merupakan nisbah atau rasio antara hasil kegiatan (output, keluaran) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil tersebut (input, masukan) (Kussriyanto, 1984, p.1).

Pengertian lain dari produktivitas adalah suatu konsep universal yang menciptakan lebih banyak barang dan jasa bagi kehidupan manusia, dengan menggunakan sumber daya yang serba terbatas (Tarwaka, Bakri, dan Sudiajeng, 2004, p.137).

Menurut Marvin E Mundel, yang dipublisir oleh The Asian Productivity Organization (APO) produktivitas didefinisikan sebagai berikut: Produktivitas adalah rasio keluaran yang menghasilkan untuk penggunaan di luar organisasi, yang memperbolehkan untuk berbagai macam produk dibagi oleh sumber-sumber yang digunakan, semuanya dibagi oleh suatu rasio yang sama dari periode dasar.

Menurut Paul Mali definisi produktivitas adalah sebagai berikut: Produktivitas adalah ukuran yang menyatakan seberapa hemat sumber daya yang digunakan di dalam organisasi untuk memperoleh sekumpulan hasil.

Dewan Produktivitas Nasional mendefinisikan produktivitas dalam beberapa segi, yaitu:
  • Secara fisiologi / psikologis. Produktivitas merupakan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
  • Secara ekonomis. Produktivitas merupakan usahan memperoleh hasil (output) sebesar-besarnya dengan pengorbanan sumber daya (input) yang sekecil-kecilnya.
  • Secara teknis. Produktivitas diformulasikan sebagai rasio output terhadap input.
European Productivity Agency (EPA) mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: Produktivitas merupakan derajat pemanfaatan secara efektif dari setiap bagian elemen produktivitas.

Vinay Goel dalam Toward Higher Productivity mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: Produktivitas merupakan hubungan antara keluaran yang dihasilkan dan masukan yang diolah pada satu waktu tertentu.

Peter F. Drucker mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: Produktivitas adalah keseimbangan antara seluruh faktor-faktor produksi yang memberikan keluaran yang lebih banyak melalui penggunaan sumber daya yang lebih sedikit.

Everet E. Adam, James C Hersahauer dan William A. Ruch mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: Produktivitas adalah perubahan produk yang dihasilkan oleh sumber-sumber yang digunakan.

David J. Sumanth mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: Total produktivitas adalah perbandingan antara output tangible dengan input tangible.

Fabricant mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: Produktivitas adalah perbandingan output dengan input.

Menurut Siegel produktivitas adalah: Produktivitas berkenaan dengan sekumpulan perbandingan antara output dengan input.

Doktrin pada Konfrensi Osio 1984, mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: Produktivitas adalah suatu konsep yang menyeluruh (universal) yang bertujuan untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan menggunakan sumber-sumber riil yang makin sedikit.

Menurut Davis produktivitas adalah: Produktivitas adalah perubahan produk yang dihasilkan oleh sumber-sumber yang digunakan.



Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa produktivitas adalah suatu perbandingan antara keluaran / output dengan masukan / input. Produktivitas akan semakin baik jika output semakin tinggi sedangkan input semakin kecil. Dalam kerja maka produktivitas tinggi tercapai bila output kerja tinggi dan input kerja rendah. Apa yang dimaksud output kerja tinggi dan input kerja rendah? Output kerja tinggi adalah ketika hasil dari kerja berada pada tingkat yang optimum baik deri segi kualitas atau kuantitas sedangkan input kerja rendah adalah penggunaan energi yang minimal. Energi minimal tidak mengisyaratkan seseorang harus mengerjakan sesuatu tanpa kerja keras. Orang malah bisa kerja keras siang-malam, namun tidak merasa sedang bekerja susah payah. Setiap orang memiliki energi minimal, sehingga ada yang mudah mendalami filsafat, ekonomi, atau bahasa, dan lain sebagainya yang biasanya menjadi “kelebihan” dirinya. Seseorang bisa saja bekerja keras menggeluti suatu hal, tetapi lebih kepada hasrat dan ambisi untuk meraih suatu hal atau hobi atau kecintaan bidang tertentu (walaupun pada umumnya sesuai dengan “kelebihan” yang dia miliki juga) sehingga dia tidak merasa kerja dan menggunakan energi minimal. Jadi maksud penggunaan energi yang minimal adalah melakukan sesuatu yang “dimudahkan” untuknya. Yang “dimudahkan” untuk manusia adalah yang paling sesuai (fit) dengan manusia tersebut. Tidak hanya sesuai (fit) dalam hal fisik tapi juga non fisik. Disinilah peran ergonomi, fit the job to the man artinya menyesuaikan kerja dengan manusia yang bekerja. Tujuannya apa? Tentu agar mendapat output kerja yang optimal karena bila manusia diberi tugas kerja yang sesuai (fit) dengannya maka dia akan “dimudahkan” dalam bekerja dan hasil kerja menjadi optimal. Jadi kesimpulannya dengan aplikasi “fit the job to the man” bisa menghasilkan output kerja yang optimal dan penggunaan input kerja yang minimal atau dengan kata lain ergonomi dapat meningkatkan produktivitas.

Postingan terkait: