Ergonomi dan Keselamatan (Safety)

Dalam ergonomi, sering kita jumpai slogan health, safety, dan productivity. Pada tulisan sebelumnya pernah dibahas salah satu dari slogan tersebut yakni health atau kesehatan (selengkapnya klik disini). Kali ini akan fokus lagi pada salah satu dari slogan tersebut yakni safety atau keselamatan. Apa keselamatan itu?

Keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam suatu kondisi yang aman secara fisik, sosial, spiritual, finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun pendidikan dan terhindar dari ancaman terhadap faktor-faktor tersebut. Untuk mencapai hal ini, dapat dilakukan perlindungan terhadap suatu kejadian yang memungkinkan terjadinya kerugian ekonomi atau kesehatan (Wikipedia).

Keselamatan adalah suatu keadaan seseorang atau lebih yang terhindar dari ancaman bahaya / kecelakaan. (Tarwoto dan Wartonah, 2004).

Mathis dan Jackson (2002, p. 245), menyatakan bahwa Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan.

Karena ergonomi adalah ilmu tentang kerja maka keselamatan yang dimaksud adalah keselamatan kerja.

Keselamatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.

Menurut Suma’mur (2001, p.104), keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

Menurut Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja .

Keselamatan kerja dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang bebas dari resiko kecelakaan atau kerusakan atau dengan resiko yang relatif sangat kecil dibawah nilai tertentu (Simanjuntak, 1994).


Dari definisi-definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keselamatan adalah suatu kondisi dimana kesehatan terjamin. Disinilah letak perbedaan keselamatan dan kesehatan. Bila kesehatan diibaratkan sebagai kondisi normal, maka keselamatan adalah suatu keadaan dimana keberlangsungan kondisi normal itu terjamin. Kesehatan merupakan kondisi yang terus berubah karena banyak pengaruh termasuk pengaruh lingkungan. Peran keselamatan disini adalah menjamin bahwa kesehatan itu tidak akan terpengaruh oleh lingkungan tersebut atau paling tidak berusaha meminimalkan pengaruh tersebut atau bila kesehatan itu terpengaruh maka bagaimana caranya agar kesehatan itu kembali seperti sedia kala. Pengaruh lingkungan inilah yang disebut sebagai resiko (risk) atau bahaya (hazard). Karena itu keselamatan memastikan bahwa risk dan hazard itu dapat dicegah atau diantisipasi atau diminimalkan karena risk dan hazard itu akan selalu ada dan memastikan kesehatan tidak akan terpengaruh oleh risk dan hazard itu atau seminimal mungkin pengaruh atau jika kesehatan itu terganggu maka bagaimana penanganannya agar kesehatan dapat diperoleh kembali. Jadi sudah jelas bahwa keselamatan dan kesehatan itu tidak dapat dipisahkan. Jika salah satu tujuan ergonomi adalah menciptakan kerja yang sehat maka untuk menjaga keberlangsungan sehat tersebut harus dibuat kerja yang selamat dan secara otomatis kerja yang selamat juga menjadi tujuan ergonomi. Sehat tidak akan tercipta tanpa selamat maka dahulukan selamat (safety first).

Prinsip utama ergonomi yakni “fit the job / task to the man” yang artinya menyesuaikan kerja agar sesuai dengan manusia yang melakukan kerja itu. Jika kesehatan adalah kondisi kerja yang telah sesuai dengan manusia maka keselamatan adalah proses penyesuain atau proses penjaminan kesesuaian tersebut. Penyesuaian atau kesesuaian itu tidak hanya dalam hal fisik seperti antropometri dsb namun juga hal non fisik seperti psikologi, psikometri dsb. Jika kerja tersebut sudah terjamin sesuai dengan manusia yang melakukan kerja itu dalam arti terjamin sesuai dengan kebutuhan, kelebihan, keterbatasan, dan segala atribut yang melekat pada manusia itu secara fisik dan non fisik (kondisi selamat) maka semua aspek dalam manusia tersebut dapat berfungsi dengan baik dan lebih optimal serta kerja tersebut menjadi lebih “dimudahkan” (kondisi sehat). Hasilnya selain selamat dan sehat, performa atau produktivitas juga akan naik dan pada akhirnya kerja tersebut menjadi lebih unggul baik dari segi kualitas atau kuantitas.

Postingan terkait: