Antropometri, Apakah Hanya Mengukur Fisik?

Keterangan: Tulisan ini hanya opini

Antropometri berasal dari bahasa Yunani yakni kata anthropos yang berarti manusia dan metron yang berarti mengukur (untuk mengetahui lebih jelas tentang antropometri klik disini). Jadi, dari segi etimologi antropometri adalah pengukuran manusia. Dari segi etimologi ini sama sekali tidak disebut bahwa pengukuran yang dimaksud apakah terbatas pada pengukuran fisik atau tidak. Tapi entah mengapa berbagai sumber saat ini terkesan mendefinisikan bahwa antropometri terbatas hanya pada pengukuran dimensi fisik (seperti dimensi panjang tangan dsb) atau fisiologi (seperti berat badan, kekuatan jari, dsb) sehingga seperti telah terjadi penyempitan makna. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sejarah awal dimulainya antropometri adalah pada pengukuran fisik tubuh manusia. Tapi jika memang terbatas pada fisik mengapa namanya tidak yang bermakna “pengukuran fisik” mungkin seperti antrobodimetri atau antrofisikmetri (saya tidak tahu istilah greeknya).

Seperti telah disebutkan antropometri bermakna “pengukuran manusia”. Manusia itu terdiri dari banyak atribut dan secara umum bisa dibagi menjadi dua jenis yakni atribut fisik dan non fisik. Jadi “pengukuran manusia” seharusnya bermakna “pengukuran atribut-atribut manusia secara keseluruhan baik secara fisik maupun non fisik”. Jadi jelas seharusnya tidak hanya sebatas fisik. Lalu apa itu pengukuran non fisik manusia? Saya beropini bahwa pengukuran non fisik manusia itu merupakan pengukuran kognitif atau psikologi manusia. Lho bukannya sudah ada pengukuran yang seperti itu? Ya memang sudah ada, nama pengukuran tersebut adalah psikometri. Psikometri adalah bidang yang berkaitan dengan teori dan teknik dalam pengukuran pendidikan dan psikologis, mencakup pengukuran pengetahuan, kemampuan, sikap, dan sifat kepribadian manusia termasuk juga dalam psikologi terdapat pengukuran kognitif (yang satu ini jelas tidak asing bagi ergonom). Jadi secara kasar bisa disebut bahwa psikometri adalah antropometri yang non fisik.

Sangat jarang sumber yang menyebutkan bahwa psikometri apakah merupakan bagian dari antropometri atau tidak. Bahkan yang mengaitkan psikometri dan antropometri pun masih belum banyak. Beberapa studi yang sudah mengaitkan kedua hal tersebut antara lain membahas keterkaitan pengaruh fisik manusia (antropometri dalam arti sempit) terhadap perilaku manusia (psikometri).


Saya beropini bahwa psikometri seharusnya masuk dalam antropometri. Apalagi salah satu sumber menyebutkan bahwa psikometri ditemukan oleh seorang antropolog yang bernama Francis Galton di laboratorium antropometrinya. Laboratorium antropometri? Ya betul, berarti hal ini juga menandakan bahwa sebenarnya psikometri lahir dari dunia antropometri. Dan mungkin dari awal antropometri tidak hanya dimaksudkan untuk mengukur ukuran fisik manusia belaka jadi memang lebih tepat menggunakan antropometri dan bukan antrobodimetri atau antrofisikmetri.

Ergonomi dan Antropometri

Ergonomi memiliki prinsip “fit the job to the man” yang berarti menyesuaikan kerja dengan manusia yang bekerja. Ergonomi berperan dalam desain atau redesain suatu sistem kerja (bisa berupa alat kerja, produk, dsb bahkan sampai keseluruhan sistem kerja) agar sesuai dengan keterbatasan, kebutuhan, kelebihan, kekurangan, atau atribut yang melekat pada manusia atau antropometri. Karena pada awalnya ergonomi berkembang dalam ranah fisik maka antropometri yang lebih dikenal pun juga antropometri fisik. Namun karena teknologi dan zaman berkembang dengan dinamis dan semakin kompleks maka ergonomi juga bergerak kearah non fisik sehingga antropometri non fisik (psikometri atau sejenisnya) pun digunakan untuk mendesain sistem kerja yang ergonomis.

Namun lagi-lagi tetap perlu diakui bahwa aplikasi ergonomi di industri memang mayoritas berada pada ranah ergonomi fisik. Jadi bisa dimaklumi kalau antropometri yang lebih dikenal merupakan antropometri fisik.

Satu lagi, jika antropometri menyangkut seluruh aspek atau atribut manusia (tidak hanya fisik) dan atribut manusia itu merupakan simbol dari keterbatasan, kebutuhan, kelebihan, kekurangan, karakteristik (atau apa saja sebutannya) dari manusia dan keterbatasan, kebutuhan, kelebihan, kekurangan, karakteristik dari manusia itu merupakan human factors (factor manusia), jadi antropometri mungkin merupakan perwujudan dari pengukuran atau parameter dari human factors tersebut. Apa itu human factors? Selengkapnya klik disini. Sekali lagi ini hanya opini karena saya belum menemukan sumber yang mengatakan hal senada.

Postingan terkait: