Usabilitas

Produk yang ergonomik harus memenuhi beberapa syarat (yang dimaksud dengan produk dalam tulisan ini termasuk alat kerja, mesin, software, website, buku atau benda-benda yang kita digunakan sehari-hari di tempat kerja atau di rumah). Persyaratan secara dimensi adalah bahwa produk tersebut sesuai dengan ukuran penggunanya. Selain itu, secara fungsional, produk itu mudah digunakan. Hal inilah yang disebut memiliki usability atau usabilitas yang tinggi. Usabilitas produk secara sederhana dapat diartikan sebagai tingkat kemudahgunaan produk untuk mencapai tujuan tertentu dalam lingkungan tertentu.

Menurut ISO, usabilitas berarti efektifitas, efisiensi, dan kepuasan yang ditetapkan pengguna sehingga tercapai tujuan tertentu dalam lingkungan tertentu. Dalam hal ini efektifitas berarti seberapa jauh tujuan, atau tugas, tercapai. Sedangkan efisiensi memiliki arti jumlah usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tujuan. Dan kepuasan merupakan tingkat kenyamanan yang pengguna rasakan saat menggunakan produk dan seberapa diterima sebuah produk bagi pengguna untuk mencapai tujuan mereka.

Sebuah alat kerja atau produk yang dapat digunakan bagi sebagian orang, belum tentu dapat digunakan bagi sebagian yang lainnya. Untuk itu haruslah dipikirkan karakteristik apa saja yang ada pada pengguna yang mempengaruhi tingkat kemudahan produk. Berikut adalah karakteristik tersebut:
  1. Pengalaman
  2. Domain Knowledge
  3. Latar belakang budaya
  4. Disability
  5. Usia dan jenis kelamin
Tujuan Usabilitas

Minimasi gangguan

Apabila sebuah produk memiliki tingkat usabilitas yang rendah, maka pengguna akan merasa sangat terganggu saat menggunakan produk tersebut. Banyak sekali alat kerja atau produk keseharian yang memiliki usabilitas yang rendah sehingga menyebabkan frustasi bagi penggunanya. Norman (1988 dari Jordan, 2001) melaporkan bahwa banyak orang yang telah menyatakan bahwa mereka mendapat kesulitan dengan produk sehari-hari seperti mesin cuci, mesin jahit, kamera, dan VCR, dan kompor. Dengan demikian, maka usabilitas bertujuan untuk meminimalkan gangguan yan ditimbulkan pada sebuah produk bagi penggunanya

Mempengaruhi product sales
Dalam waktu belakangan ini, isu produk ergonomi merupakan hal penting dalam penentuan produk yang akan dibeli oleh masyarakat. Perusahaan menjadikan isu ini sebagai keuntungan terhadap kompetitor. Dengan demikian, maka usabilitas akan berdampak bagi tingkat penjualan dari sebuah produk.

Produktivitas
Produk yang tidak usable di tempat kerja akan membuang waktu dan ongkos. Usabilitas pada produk yang digunakan dalam tempat kerja juga berdampak pada tingkat kepuasan diantar pekerja. Dengan demikian maka, usabilitas akan mempengaruhi tingkat produktivitas dari pekerja.

Safety
Dalam beberapa kasus usabilitas dari produk dapat mempengaruhi keselamatan dari pengguna. Kondisi ini dapat terjadi apabila terjadi kesalahan operasi yang dilakukan pengguna. Hal ini dapat saja menyebabkan hal yang lebih besar, terutama pada penggunaan alat-alat yang memiliki tingkat resiko yang tinggi. Untuk itu usability dari produk perlu diperhatikan agar pengguna

Prinsip Usabilitas

Konsistensi
Perancangan produk yang konsisten dalam produk memiliki pengertian bahwa pekerjaan yang serupa seharusnya dapat dikerjakan dengan cara yang serupa pula. Dengan demikian, pengguna akan lebih mudah dalam belajar untuk menggunakan produk, berdasarkan pengalamannya terdahulu dalam berinteraksi dengan produk.

Kesesuaian
Desain untuk kesesuaian (compatibility) merupakan merancang produk produk agar metode pengoperasian produk sesuai dengan ekspektasi pengguna berdasarkan pada pengetahuan mereka terhadap tipe lainnya dan wawasan mereka. tingkat kesesuaian dalam sebuah produk sangat dipengaruhi oleh stereotip masyarakat yang kemudian akan mempengaruhi persepsi mereka pada sebuah objek.

Pertimbangan suberdaya pengguna
Dalam hal ini perancang haruslah mendesain sebuah produk yang pengoperasiannya mamperhitungkan permintaan yang ditempatkan pada sumberdaya pengguna selama interaksi berlangsung.

Feedback
Merancang sebuah produk agar tindakan yang dilakukan pengguna diakui dan mengindikasikan hasil dari tindakan tersebut.

Pencegahan kesalahan
Merancang sebuah produk sehingga kesalahan yang dilakukan user dapat diminimalkan dan agar apabila terjadi error pengguna dapat kembali dengan cepat dan mudah.

User control
Merancang sebuah produk sehingga mengetahui sejauh mana user mengawasi tindakan yang dilakukan oleh produk.

Kejelasan visual

Mendesain produk dimana informasi yang ditampilkan dapat dibaca dengan cepat dan mudah tanpa adanya keraguan.

Prioritas fungsional dan informasi
Merancang produk sehingga fungsi dan informasi yang paling penting dari produk dapat dengan mudah dimasuki oleh user.

Transfer teknologi yang sesuai

Membuat kesesuaian kegunaan dari teknologi yang berkembang dalam konteks lain untuk meningkatkan usabilitu produk.

Ketegasan
Merancang produk sehingga isyarat yang diberikan sebagai fungsi dan metode operasi. Prinsip ketegasan ini juga berkaitan kepada tingkat ambiguitas dari suatu feature yang ada pada produk. Dengan demikian, ketegasan dari isyarat yang diberikan oleh produk akan mempengaruhi tingkat usabilitas dari produk.

Sumber:
Ergonews edisi Maret 2011 “Aspek Usabilitas dalam Perancangan Produk” (www.ergoinstitute.com)
http://pske.ti.itb.ac.id/index.php/artikel/9-aspek-usabilitas-dalam-desain-produk

Postingan terkait: