Petik Momen Terbaik dalam Sehari Bekerja

Sepanjang hari, seluruh organ yang ada di dalam tubuh Anda, termasuk otak, bergerak mengikuti irama tubuh. Tubuh dipengaruhi oleh siklus hormon, pola makan, pola tidur, dan sebagainya. Makanya, ada saat-saat Anda merasa amat mengantuk, atau malah merasa sangat segar, dan mudah berkonsentrasi. Karena itu, sesuaikan jenis tugas dengan irama otak supaya Anda bisa lebih produktif dalam bekerja.

Pukul 07.00 – 09.00 – Berkorespondensi
Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mencek e-mail yang mampir ke inbox Anda. Pasalnya, dalam kondisi kantor masih relatif sepi, kegiatan tersebut bisa menjadi semacam “pemanasan” bagi otak Anda sebelum mulai bekerja. Pasalnya, di pagi hari, kadar hormon oksitosin –yang oleh para peneliti disebut juga hormon “cinta” sedang berada dalam kadar puncak, sehingga jangan heran apabila gerak-gerik Anda masih lambat lantaran mood kerja masih dipengaruhi oleh nyamannya suasana rumah tadi pagi.

Suasana hati yang tenang juga banyak gunanya dalam menanggapi e-mail berisi teguran ataupun laporan tentang masalah yang menghadang tim Anda di tengah jalan. Singkirkan junk-mail agar Anda tidak bingung melacak surat tertentu di kemudian hari. Segera balas e-mail yang perlu mendapat tanggapan, supaya Anda tidak merasa punya “utang” di siang harinya.

Pukul 09.00 -12.00 – Adakan rapat brainstorming

Setelah mendapat cukup “pemanasan”, otak Anda kini siap diajak bekerja dan hormon stres kortisol Anda berada dalam level sedang. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk berpikir fokus. Karena itu, manfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan analisis dan konsentrasi, mengembangkan ide baru, serta menyusun materi presentasi.

Momen ini juga bisa Anda gunakan untuk mengadakan rapat brainstorming dengan seluruh anggota tim. Di pagi hari, otak yang terbilang masih jernih berpotensi mengeluarkan ide-ide brilian yang biasanya sulit dihasilkan ketika tubuh sudah terasa penat lantaran bekerja seharian. Anda juga bisa menggunakan waktu berharga ini untuk memberikan presentasi di depan klien atau mengerjakan tugas sulit lainnya.

Pukul 12.00 – 13.30 –Menyortir berkas di atas meja
Menjelang siang, hormon tidur bernama melatonin di otak Anda sedang menurun drastis. Kondisi puncak hormon ini sendiri adalah di malam hari. Mulai dari ketika Anda jatuh tertidur, hingga awal pagi. Karenanya, pilihlah jenis pekerjaan yang tidak terlalu menuntut Anda untuk berpikir terlalu keras.

Misalnya, menyortir berkas pekerjaan yang tergeletak di atas meja, meng-google informasi, menjawab e-mail, atau pun menelepon seseorang. Jika Anda perlu mencari informasi di internet, saat ini juga merupakan momen yang tepat. Yang paling penting, lakukan pekerjaan Anda satu demi satu agar seluruhnya dapat ditangani dengan baik.

Pukul 13.30 – 14.30 – Break dulu, yuk...
Jam makan siang yang diberlakukan oleh banyak perusahaan pada umumnya memang pukul 12.00 siang. Padahal akan lebih baik apabila Anda memilih makan siang menjelang pukul 14.00. Mengapa? Sebab penurunan suhu tubuh yang membantu menenangkan untuk tidur di malam hari akan terjadi pula pada saat ini. Akibatnya, Anda akan menjadi amat tidak produktif dalam bekerja.

Selain itu, untuk mencerna makan siang, tubuh pun harus menarik darah dari otak ke perut. Otomatis, setelah makan siang, tubuh Anda pun berharap bisa beristirahat sejenak untuk mencerna makanan tadi. Makanya, gunakan jam istirahat semaksimal mungkin untuk beristirahat. Ada baiknya, Anda menghindari hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan sementara waktu. Lebih baik Anda membaca majalah, koran, situs internet, atau bermeditasi.

Pukul 14.30 – 17.00 – Saatnya bertemu klien
Para peneliti dari University of Michigan menyatakan bahwa kadar hormon stres kortisol pada perempuan biasanya menurun di akhir siang. Alhasil, suasana hati Anda akan terasa lebih cerah. Anda pun jadi lebih ramah dan senang bicara pada jam ini. Karenanya, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk mengadakan pertemuan santai dengan klien atau rapat konsolidasi dengan anggota tim. Jika mungkin, hindari membahas masalah yang terlalu berat dan sisakan saja untuk rapat brainstorming di lain waktu.

Untuk menghalau rasa kantuk yang menyerang seusai makan siang, cobalah jalan cepat sejenak di sekitar ruangan Anda atau minumlah segelas air putih. Kedua cara ini sangat baik untuk membantu melancarkan aliran darah dari perut ke otak. Atau, jika memang sudah terbiasa, sah-sah pula bila Anda menikmati suntikan kafein dari secangkir kopi untuk membantu mata agar tetap terjaga.

Pukul 17.00 – 20.00 – Hangout dengan rekan kerja
Sejumlah peneliti menyebutkan bahwa saat ini produksi hormon tidur melatonin Anda berada pada titik paling rendah di sepanjang hari. Akibatnya, Anda tidak mudah merasa lelah atau mengantuk. Ini saatnya tubuh Anda memasuki masa yang disebut “stay awake” alias tetap melek.

Karenanya, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk melakukan kegiatan yang Anda sukai, hangout dengan rekan kerja, atau berkumpul bersama para sahabat. Seusai jam kerja, Anda berhak memanjakan diri sendiri dan menikmati hidangan lezat sebagai imbalan atas jerih payah Anda berkutat di kantor sepanjang hari. Sesekali menikmati happy hour bersama klien atau rekan kerja juga besar manfaatnya bagi kemajuan karier Anda.

Sumber: http://www.kikil.org/forum/thread-25257.html

Postingan terkait: