Ergonomi dan Estetika

Banyak sumber yang menyebutkan bahwa ergonomi mempunyai moto safety, health, productivity dan ada pula yang menambahkan humanity dan comfort. Kali ini ada sumber yang cukup menarik yang menyebutkan bahwa terdapat 5 aspek ergonomi yakni safety, comfort, productivity / performance, ease of use, and aesthetics. Untuk keempat aspek yang pertama mungkin sudah biasa dikaitkan dengan ergonomi, namun untuk apek yang terakhir yakni aesthetics atau estetika masih jarang yang mengaitkannya dengan ergonomi.

Estetika

Sebelum membahas lebih lanjut kaitan estetika dan ergonomi terlebih dahulu dibahas mengenai estetika. Estetika atau nilai-nilai keindahan ada dalam seni maupun desain, yang membedakan adalah estetika dalam seni untuk diapresiasi, sedangkan estetika dalam desain adalah bagian dari sebuah fungsi suatu produk, alat kerja, dan semacamnya. Dalam teori desain dikenal prinsip form follow function, yaitu bentuk desain mengikuti fungsi. Selain memenuhi fungsi, ada tiga aspek desain yang harus dipenuhi jika suatu produk desain ingin dianggap berhasil, yaitu produk desain harus memiliki aspek keamanan, kenyamanan, dan keindahan (estetika).

Aspek keamanan berarti suatu produk desain tidak mencelakai pemakainya. Aspek kemyamanan berarti suatu produk desain proporsinya pas ketika dipakai. Aspek keindahan berarti suatu produk disain harus enak dilihat.

Sebuah kursi harus kuat supaya tidak rubuh ketika diduduki, maka ini berkaitan dengan keamanan. Kursi harus proporsional dengan ukuran manusia, sehingga terasa pas dipakai. Tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, tidak terlalu besar atau terlalu kecil, nyaman ketika diduduki. Ini berkaitan dengan masalah ergonomi. Secara visual, bentuk dan warna kursi harus menarik penglihatan. Ini berkaitan dengan estetika.

Kursi dirancang sebagai benda guna, yaitu kegunaan utamanya untuk diduduki. Berbeda dengan lukisan. Lukisan dipajang di dinding, untuk diapresiasi. Diapresiasi artinya, dipahami dan dinikmati.

Kursi, sandal jepit, kap lampu dan topi pramuka adalah beberapa contoh produk desain benda guna. Masing-masing produk memilik fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Jika barang-barang tersebut terlalu sering dipakai dan rusak, harus diganti dengan yang baru. Kursi kayu rusak bisa dijadikan bahan bakar untuk memasak, sandal putus talinya bisa dimasukkan keranjang sampah. Topi pramuka yang sudah kusam bisa dijadikan lap untuk membersihkan meja yang ketumpahan kuah bakso.

Produk desain berfungsi sebatas dia masih memenuhi tiga unsur tadi, yaitu kemanan, kenyamanan, dan keindahan (estetika). Jika salah satu unsur itu hilang, produk desain akan beralih fungsi dari benda guna menjadi benda tak berguna. Produk desain yang ketinggalan zaman juga bisa masuk keranjang sampah, atau didaur ulang menjadi produk lain.

Lukisan berbeda dengan kursi dan sejenisnya. Lukisan bersifat abadi seperti rangkaian kata mutiara, dia tidak bisa ketinggalan mode seperti desain. Lukisan Raden Saleh yang telah berumur ratusan tahun meskipun tampak kusam, dia akan tetap dihargai. Nilai sebuah lukisan terletak pada aspek ide atau gagasan, bukan pada fisiknya semata.

Jadi meskipun memiliki sejumlah kesamaan, estetika dalam desain dan seni memiliki perbedaan esensial. Estetika dalam desain diciptakan untuk memenuhi fungsi kegunaan, sedangkan estetika dalam seni untuk memenuhi ekspresi pribadi dan mengungkapkan ide (gagasan). Desain bersifat praktis sedangkan seni bersifat ideologis. Sedangkan estetika yang dimaksud dalam ergonomi adalah estetika dalam desain, tidak hanya desain produk namun juga desain alat kerja, lingkungan kerja, dan keseluruhan sistem kerja.

Estetika dan Ergonomi

Sadarkah Anda? Bahwa estetika ternyata berpengaruh dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya saat kamar berantakan maka kita cenderung malas dan tidak bersemangat untuk mengerjakan tugas di dalam kamar. Contoh lain, banyak orang yang mencari inspirasi di taman karena pemandangannya menyegarkan, anak kecil lebih suka beraktivitas di tempat yang berwarna-warni, banyak orang yang merasa lebih bersemangat beraktivitas di dalam ruangan yang ditata dengan seni yang apik daripada di ruangan yang “flat”.

Jika estetika memang bisa menaikkan performa aktivitas atau kerja manusia maka estetika tersebut “layak” dimasukkan dalam ergonomi. Salah satu cabang ilmu ergonomi yang cukup berkaitan dengan estetika ini adalah hedonomi atau hedonomics yakni cabang ilmu yang memiliki hubungan dengan ergonomi dan kesenangan, selengkapnya klik disini.

Sumber:
http://www.articledoctor.com/ergonomics/
http://ismanadi.blogspot.com/2010/06/estetika-dalam-seni-dan-desain.html

Postingan terkait: