Bagaimana Ergonomi Diterapkan?

Untuk memenuhi tujuan agar manusia efektif dan efisien dalam bekerja maka ergonomi mengajarkan beberapa pendekatan yang harus diterapkan. Pendekatan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Dengan teknologi tepat guna; artinya dengan memanfaatkan teknologi yang dapat dimengerti serta diterapkan oleh pemakainya. Dengan demikian tidaklah benar bahwa pendekatan ergonomi memerlukan biaya tinggi. Syarat teknologi tepat guna harus terpenuhi, yaitu: secara ekonomis murah biayanya, secara kesehatan tidak menimbulkan penyakit, secara teknik dapat dikuasai, secara sosio-budaya tidak ada benturan dengan budaya lokal, dan ramah lingkungan dan tidak boros sumber daya alam. Suatu contoh: ruangan kerja yang ternyata suhunya panas, dapat diatasi dengan ergonomi kuratif, berupa membobol tembok dan mengganti dengan jendela yang lebar. Demikian pula bila dalam ruang kerja gelap (misalnya ruangan di tengah-tengah bangunan besar), dapat diatasi dengan memanfaatkan genteng kaca sehingga sinar dapat masuk melalui atap. Banyak contoh lainnya yang sejenis dengan yang ditulis di atas, dapat dikerjakan dengan biaya murah.
  2. Pendekatan partisipatorik; yang dimaksud ialah melakukan suatu perbaikan dengan melibatkan si pemakai secara dini. Mau diapakan, bagaimana caranya semuanya itu dimintakan pendapat kepada yang akan memakai nantinya. Demikian pula kalau rencananya sudah pasti dimintakan lagi apakah masih ada masukan dan pendapat dari si pemakai. Dalam upaya ini diusahakan agar ada komitmen dan rasa ikut memiliki sehingga rasa tanggung jawab untuk secara bersama-sama ikut menjaga keberlanjutannya.
  3. Dengan pertimbangan budaya pemakai; di atas dalam teknologi tepat guna telah diutarakan agar tidak bertentangan dengan budaya setempat. Yang dimaksud dengan budaya pemakai ialah agar secara khusus memanfaatkan budaya setempat dalam upaya pendekatan ergonomi tersebut. Termasuk dalam hal ini ialah beberapa norma, kebiasaan, kepercayaan, ketersediaan bahan alami, dan lain-lainnya sehingga nantinya dengan penerapan ergonomi hasilnya betul-betul menjadi milik masyarakat setempat, sehingga tidak asing dalam memakainya.
Di samping itu dilihat dari sejak kapan ergonomi diterapkan, dikenal dua macam istilah pendekatan, yaitu: penerapan sejak perencanaan (disebut ergonomi konsepsional); sedangkan kalau diterapkan setelah muncul masalah di tempat kerja disebut pendekatan kuratif sehingga disebut sebagai ergonomi kuratif.

Sumber: Nyoman Adiputra, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar. Disampaikan dalam:Pelatihan Upaya Kesehatan Kerja Tenaga Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas Propinsi Bali tahun 2004 23 - 27 Maret dan 29 Maret - 2 April 2004 di Denpasar.

Postingan terkait: