Lingkup Kajian Ergonomi

Sebelum masuk ke apa saja yang menjadi lingkup kajian ergonomi terlebih dahulu dijelaskan bahwa ergonomi merupakan ilmu yang muncul dari ilmu-ilmu lain atau bisa disebut sebagai salah satu ilmu yang multidisipliner. Terdapat 6 ilmu yang secara garis besar mendominasi dalam ergonomi yakni:
  1. Antropometri, berkembang dari ilmu anatomi
  2. Biomekanik, berkembang dari ilmu ortopedi
  3. Fisiologi manusia kerja, berkembang dari ilmu fisiologi
  4. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3), berkembang dari ilmu kedokteran / medis
  5. Manajemen dan psikologi kerja, berkembang dari ilmu psikologi
  6. Hubungan kerja, berkembang dari ilmu sosiologi
Sedangkan lingkup yang menjadi kajian ergonomi bisa merupakan turunan atau bagian dari salah satu dari enam ilmu di atas atau bisa merupakan gabungan dari dua atau lebih dari turunan ilmu di atas.

Adapun lingkup kajian Ergonomi dapat dibagi menjadi empat bidang utama yakni:

1. Ergonomi fisik
Berkaitan dengan aktifitas fisik manusia kerja. Topik-topik yang relevan dalam ergonomi fisik antara lain: anatomi tubuh manusia, antropometri, karakteristik fisiologi dan biomekanika, kekuatan fisik manusia kerja, postur kerja, beban fisik kerja, pemindahan material, studi gerakan dan waktu kerja, MSD, tata letak tempat kerja, keselamatan kerja, kesehatan kerja, ukuran / dimensi tempat atau alat kerja, fungsi indra dalam kerja, control & display dsb.

2. Ergonomi kognitif

Berkaitan dengan proses mental manusia kerja. Topik-topik yang relevan dalam ergonomi kognitif antara lain: persepsi dalam kerja, ingatan dalam kerja, reaksi dalam kerja, beban kerja, pengambilan keputusan, performa kerja, human-computer interaction, kehandalan manusia, motivasi kerja, stres kerja dsb.

3. Ergonomi organisasi
Berkaitan dengan sosioleknik dalam sistem kerja. Topik-topik yang relevan dalam ergonomi organisasi antara lain: sturktur organisasi kerja, kebijakan dan proses, komunikasi kerja, manajemen SDM, alokasi fungsi kerja, task analysis, perancangan waktu kerja, teamwork, participatory approach, komunitas kerja, kultur organisasi, organisasi virtual, produktivitas kerja tim / individu dsb.

4. Ergonomi lingkungan

Berkaitan dengan hal-hal di sekitar orang berkerja, biasanya berupa lingkungan fisik. Topik yang relevan dalam ergonomi organisasi antara lain: pencahayaan di tempat kerja, temperatur di tempat kerja, kebisingan di tempat kerja, getaran di tempat kerja, desain interior tempat kerja termasuk bentuk dan warna dsb.


Semua lingkup kajian di atas digunakan untuk medesain atau merancang sistem kerja. Oleh karena itu ergonomi juga sering diasosiasikan dengan perancangan sistem kerja, karena ilmu ergonomi dipakai unruk merancang atau memperbaiki sistem kerja dengan manusia sebagai orientasi utamanya.

Perlu diketahui bahwa dalam perancangan sebuah sistem kerja atau dalam penelitian kerja, keempat bidang di atas seringkali tidak berdiri sendiri-sendiri, sebagai contoh: penelitian untuk mengetahui seberapa jauh efek pencahayaan di tempat kerja (ergonomi lingkungan) maka dalam penelitian tersebut juga melibatkan performa kerja (ergonomi kognitif) sebagai indikatornya. Contoh lain pada penelitian tentang pengaruh getaran di tempat kerja (ergonomi  lingkungan) bisa melibatkan performa kerja (ergonomi kognitif) sebagai indikatornya dan/atau melibatkan karakteristik fisik manusia misalnya dalam hal kerusakan telinga / pendengaran (ergonomi fisik) yang disebabkan dari kebisingan tersebut.

Postingan terkait: