Hubungan Ergonomi dengan Bidang-bidang Lainnya di Teknik Industri

Teknik industri terdiri dari empat bidang utama yakni teknik produksi, proses dan sistem manufaktur, riset operasi, dan ergonomi (untuk mengetahui lebih lanjut tentang empat bidang tersebut klik disini). Keempat bidang tersebut saling terkait dan berhubungan satu sama lain. Timbul pertanyaan, apa sih hubungan atau keterkaitan “nyata” antara bidang-bidang tersebut? Pertanyaan itu muncul karena memang pada kenyataannya sebagian besar ilmu dibangku perkuliahan teknik industri dipelajari secara terkotak-kotak atau terpisah antara satu bidang dengan bidang yang lain. Hanya sedikit mata kuliah yang mengintegrasikan semua bidang misalnya mata kuliah proyek terpadu, hal ini sudah tepat namun masih perlu didukung pendalaman di masing-masing bidang tentang apa saja kaitannya antara bidang tersebut dengan bidang-bidang lainnya. Misalnya pada mata kuliah riset operasi perlu dijelaskan apa saja sih manfaat atau aplikasi atau keterkaitan riset operasi dengan bidang-bidang lainnya di teknik industri begitu pula untuk teknik produksi, teknik manufaktur, dan ergonomi. Berikut ini dijelaskan hubungan atau kaitan atau aplikasi bidang ergonomi dengan bidang-bidang lainnya di teknik industri.

Ergonomi dan teknik produksi

Teknik produksi adalah suatu teknik yang menganalisis suatu gabungan dari komponen-komponen yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk melaksanakan proses produksi di lini produksi mulai dari bahan mentah diperoleh sampai barang jadi dikirim. Hubungan ergonomi dengan teknik produksi cukup banyak. Pada ranah atau lingkup teknik produksi, ergonomi memandang manusia sebagai sesuatu yang membuat lini atau aliran produksi berjalan. Hubungan kedua bidang tersebut diantaranya:
  • Studi gerakan dan waktu kerja berhubungan dengan cycle time produksi.
  • Material handling ikut mempengaruhi desain fasilitas / tata letak pabrik.
  • Incentive pekerja, cost akibat kecelakaan kerja dsb berpengaruh terhadap biaya produksi.
  • Otomasi sistem produksi berpengaruh terhadap produktivitas pekerja.
  • Aliran informasi diantara pekerja ikut menentukan keberlangsungan produksi (midal pada manajemen inventori dsb).
  • Dan masih banyak lagi.
Ergonomi dan proses & sistem manufaktur

Proses dan sistem manufaktur adalah segala proses dan sistem yang terdiri dari sekumpulan kegiatan untuk melakukan konversi bahan mentah menjadi barang jadi sesuai dengan desain produk didasarkan pada keinginan konsumen sehingga terjadi pertambahan nilai yang lebih tinggi dengan bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi di mana dalam proses pengerjaannya tentu saja dilakukan secara fisik dan melibatkan berbagai peralatan atau mesin. Hubungan ergonomi dengan proses dan sistem manufaktur bisa dibilang yang paling “terkenal”. Salah satu bidang pada proses dan sistem manufaktur yang utama adalan perancangan dan pengembangan produk dan bisa dibilang pada bidang inilah ergonomi banyak dikenal. Pada ranah atau lingkup proses dan sistem manufaktur, ergonomi memandang manusia sebagai pihak yang membuat suatu produk dan pihak yang menikmati suatu produk. Hubungan kedua bidang tersebut diantaranya:
  • Racangan spesifikasi produk atau alat kerja pada perancangan produk sangat memperhatikan kebutuhan konsumen (kansei) baik kebutuhan fisik (melibatkan antropometri, analisis postur dll) maupun kebutuhan non fisik.
  • Pembuatan alat bantu dan metrologi pada proses dan manufaktur bertujuan untuk memudahkan kerja manusia dan mengurangi kesalahan kerja dan meningkatkan kehandalan dan produktivitas kerja.
  • Desain coupling mesin sangat memperhatikan kemudahan manusia dalam bekerja.
  • Mesin dibuat sedemikian rupa agar safety meningkat.
  • Dan masih banyak lagi.
Ergonomi dan riset operasi

Riset operasi adalah penerapan metode-metode ilmiah terhadap masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem besar manusia, mesin, bahan dan uang. Hubungan ergonomi dan riset operasi bisa dibilang sangat jarang dan tidak banyak ditemui. Di teknik industri, riset operasi lebih banyak diaplikasikan pada lingkup teknik produksi. Namun bukan berarti riset operasi tidak ada hubungan sama sekali dengan ergonomi. Karena pada dasarnya riset operasi adalah metode penyelesaian untuk suatu masalah, dan masalah pada sistem suatu industri bisa terjadi di bagian apa saja dan dalam skala apa saja maka pada ranah atau lingkup riset operasi ini, ergonomi memandang manusia pada berbagai macam posisi mulai dari yang menjalankan produksi, yang membuat produk, yang menikmati produk, yang menjalankan sistem dsb dan biasanya masih berhubungan dengan kedua bidang sebelumnya yakni teknik produksi dan proses & sistem manufaktur. Hubungan kedua bidang tersebut diantaranya:
  • Kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi kesalahan posisi atau prosedur kerja atau terjadinya kecelakaan kerja secara otomastis.
  • Kecerdasan buatan untuk mengukur antropometri secara otomatis atau semi otomatis untuk kepentingan desain produk (masih berhubungan dengan proses dan sistem manufaktur).
  • Jaringan syaraf tiruan untuk mengidentifikasi pola desain produk atau alat kerja berdasarkan preferensi pelanggan atau pemakai menggunakan metode kansei (masih berhubungan dengan proses dan sistem manufaktur).
  • Dsb.