Ergonomi = Ilmu Kerja

Di blog ini sudah sering disebutkan bahwa ergonomi merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani. Ergonomi terdiri dari dua suku kata, yaitu: ‘ergon’ yang berarti ‘kerja’ dan ‘nomos’ yang berarti ‘hukum atau aturan’. Dari kedua suku kata tersebut, dapat ditarik kesimpulan bawa ergonomi adalah “hukum atau aturan tentang kerja atau yang berhubungan dengan kerja”. Secara singkat bisa disebut bahwa ergonomi adalah ilmu kerja.

Apa sis definisi kerja itu?

Disini akan disebutkan dua macam definisi kerja:
  1. Kerja adalah sesuatu yang dikeluarkan oleh seseorang sebagai profesi, sengaja dilakukan untuk mendapatkan penghasilan.
  2. Kerja adalah pengeluaran energi untuk kegiatan yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.
Definisi kerja pada no.1 merupakan definisi kerja yang paling banyak dipahami orang karena kebanyakan orang ‘bekerja’ untuk mendapat ‘penghasilan’. Namun bagaimana untuk orang-orang yang bekerja tapi bukan untuk mendapat penghasilan? misalnya sukarelawan yang bekerja tanpa digaji. Dalam kasus ini definisi kerja no.2 bisa dikatakan lebih tepat. Menurut definisi no.2, orang bekerja untuk mencapai tujuan tertentu, tujuan tersebut tidak terbatas untuk menghasilkan uang baik secara langsung maupun tidak langsung, tapi juga untuk mencapai tujuan lainnya misal untuk kepuasan pribadi, tujuan sosial dsb. Ada tiga orientasi manusia dalam bekerja (Benneth):
Orientasi ekonomi (Instrumental): pekerja memandang pekerjaan dari sudut uang yang didapat.
Orientasi sosial (Relasional): pekerajaan sebagai suatu lingkungan sosial yang didominasi oleh hubungan interpersonal/loyalitas personal.
Orientasi psikologis (Personal): pekerja mengembangkan diri dan memenuhi kebutuhannya dari pekerjaan yang dilakukan.
Jadi tujuan atau motivasi manusia dalam bekerja bisa mencakup semua orientasi di atas atau hanya sebagian saja.

Mengapa ergonomi banyak dipelajari di teknik industri?

Kerja itu bisa dilakukan dimana saja. Namun karena kebanyakan orang bekerja dengan penghasilan atau ekonomi sebagai motivasi utamanya maka kebanyakan kerja ditemui di tempat yang beraktivitas untuk tujuan ekonomi, tempat tersebut adalah industri, bisa berupa industri barang/produk seperti pabrik, tambang dsb atau bisa berupa industri jasa seperti asuransi, bank dsb. Oleh karena itu ergonomi mayoritas ditemui di lingkungan industri dan dipelajari di teknik industri. Selain itu karena jenis kerja di lingkungan industri barang/produk (non jasa) seperti manufaktur dan pertambangan lebih banyak maka ergonomi paling banyak membahas kerja di lingkungan industri tersebut.

Apakah ergonomi sudah melebar di luar ‘kerja’?


Masyarakat awam lebih banyak mendengar istilah ergonomi pada perancangan produk terutama produk non makanan & minuman misalnya motor yang ergonomis, keyboard yang ergonomis dsb sehingga muncul beberapa pertanyaan apakah ergonomi sudah melebar dari inti ilmu ergonomi yakni ‘kerja’ ke inti ilmu lain seperti ‘perancangan produk’? Perlu diingatkan kembali bahwa ergonomi adalah ilmu kerja. Dan definisi kerja sudah disebutkan yakni pengeluaran energi untuk kegiatan yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Istilah ‘produk’ dipakai oleh produsen sebagai hasil kerjanya. Tapi setelah ‘produk’ itu tiba di tangan konsumen maka ‘produk’ tersebut akan berubah status menjadi ‘alat’, alat apa? alat untuk kegiatan yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu, dengan kata lain ‘alat’ tersebut adalah ‘alat kerja’ bagi konsumen tersebut. Jadi ‘perancangan produk’ bisa dibilang sama dengan ‘perancangan alat kerja’ dan merupakan bagian dari ilmu kerja atau ergonomi. Jadi kesimpulannya ergonomi itu tidak ‘melebar kemana-mana’ hanya saja istilah ‘kerja’ itu mempunyai cakupan dan definisi yang luas.

Postingan terkait: