Ergonomi + Ekologi = Ergologi

Ergonomi Total

Inti dari permasalah ergonomi adalah hubungan manusia dengan kerjanya. Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup yang terjamin, maka faktor manusia didalam seluruh sistem kerja dari hulu sampai ke hilir, dari pusat kerja sampai ke jaringan kerja yang ada harus diberdayakan, sehingga mampu memberikan kinerja yang optimal. Dalam usaha mencapai maksud tersebut, harus dilakukan suatu pendekatan yang mampu memikirkan masalah dari segala lini kehidupan secara holistik dan berkesinambungan. Menurut Manuaba dan Artayasa salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah ergonomi total. Pendekatan ini terdiri atas pendekatan SHIP (Sistemik, Holistik, Interdisipliner, dan Partisipatori) dan TTG (Teknologi Tepat Guna).

Pendekatan TTG (Teknologi Tepat Guna) adalah suatu pendekatan dimana teknologi yang akan dirancang harus dikaji secara komprehensif melalui 6 kriteria yaitu secara teknis, ekonomis, ergonomis, dan sosiobudaya dapat dipertanggungjawabkan, hemat akan energi dan tidak merusak lingkungan. Ekonomis adalah sesuai dengan kebutuhan dan mempertimbangkan skala prioritas. Teknis adalah mudah diaplikasikan di lapangan. Ergonomis maksudnya adalah mengikuti prinsip ergonomi. Sosiobudaya mencakup kebiasaan yang ada. Hemat energi berarti memberikan kontribusi pada pengembangan berkelanjutan. Sedangkan melindungi lingkungan berarti tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan.

Dalam perancangan TTG tersebut, proses harus dianalisa dengan pendekatan SHIP (Sistemik, Holistik, Interdisipliner, dan Partisipatori). Sistemik berarti bahwa analisa harus dilakukan dalam kaitan sistem, tidak terlepas sendiri, karena bagaimanapun juga semuanya selalu berada dalam satu sistem tertentu. Holistik berarti bahwa antara satu sistem dengan sistem lainnya selalu ada kaitannya, jadi tidak dapat dilepaskan begitu saja. Interdisipliner artinya bahwa semua disiplin yang terkait harus ikut terlibat didalam menganalisis permasalahan yang ada. Dan partisipasi artinya semua yang akan terlibat terhadap pemecahan masalah atau terlaksananya suatu gagasan harus dilibatkan sejak awal kegiatan. Partisipasi diperlukan agar masalah yang ditangani sesuai dengan keinginan semua pihak yang terlibat dalam pemecahan permasalahan yang ada. Ergonomi yang dimaksud dalam tulisan ini adalah ergonomi total.

Ekologi

Inti dari permasalahan ekologi adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Ekologi juga berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan (peradaban) manusia. Dengan demikian pembahasan ekologi menaruh perhatian yang sangat besar terhadap manusia yang merupakan makhluk hidup/organisme dalam kehidupan di biosfer secara keseluruhan. Selanjutnya dengan adanya gerakan kesadaran lingkungan dimana perhatian terhadap permasalahan lingkungan mulai dipikirkan, seperti polusi/ pencemaran lingkungan hidup, kenaikan suhu bumi akibat efek rumah kaca, ozon berlubang, dll telah memberikan efek yang mendalam terhadap perkembangan teori ekologi. Sehingga pengelolaan lingkungan hidup bersifat antroposentris, artinya perhatian utama pada ekologi akan dihubungkan dengan kepentingan manusia yang sangat ditentukan oleh organisme lain dan unsur tak hidup.

Pengelolaan lingkungan hidup akibat pencemaran dalam prakteknya akan menekankan konsep ekologi dasar yaitu sustainability, siklus biogeokimiawi, dan carrying capacity. Yang dimaksud dengan sustainability adalah keberlanjutan sistem kehidupan yang berjalan secara terus menerus, sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup generasi mendatang terutama generasi manusia. Siklus biogeokomiawi merupakan proses biologi, geologi, dan kimia yang berkaitan dengan materi. Carrying capacity merupakan kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan populasi yang ada didalamnya, termasuk manusia.

Ergologi

Yang dimaksud dengan ergologi adalah penggabungan disiplin ilmu ergonomi dengan disiplin ilmu ekologi. Sesuai dengan yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwasanya kedua disiplin ilmu tersebut memiliki fokus perhatian yang sama yakni manusia. Berikut ini merupakan visualisasi keterkaitan antara ergonomi dan ekologi:



Jadi ergologi membahas permasalahan manusia dengan lingkungan kerjanya termasuk lingkungan hidupnya dengan pendekatan sistemik, holistik, interdisipliner, partisipatori, dan teknologi tepat guna. Mungkin juga ini yang menyebabkan mengapa di banyak perusahaan menggabungkan departemen atau bagian ergonomi terutama occupational safety and health dengan lingkungan menjadi SHE (Safety, Health, Environment).

Sumber: Paper PERSPEKTIF ERGOLOGI (INTEGRASI ERGONOMI DAN EKOLOGI) DALAM MANAJEMEN/PENGELOLAAN SAMPAH oleh Adithya Sudiarno, Sritomo Wignjosoebroto, Udisubakti Ciptomulyono Teknik Industri ITS.

Postingan terkait: