Ergonomi di Pertambangan

Sektor pertambangan pada tahun 2010 menyumbang Rp 173,3 triliun, terus meningkat dan menyumbang 0,3% dari keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal tersebut menggambarkan betapa besar dan pentingnya industri tambang di Indonesia. Sayangnya, sektor industri ini cenderung memiliki berbagai permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja.

Ergonomi, dapat membantu meminimasi permasalahan-permasalahan tersebut. Sejumlah aktivitas di dunia pertambangan yang erat hubungannya dengan Ergonomi antara lain: aktivitas pembebanan dorong/tarik secara manual (push/pull activity), aktivitas dalam ruang terbatas (confined space), heat stress akibat suhu ekstrim, lingkungan dengan getaran tinggi (whole-body vibration), dan kelelahan (fatigue) akibat beban kerja yang tinggi.

Keterangan: Tulisan di atas diambil dari pengumuman workshop yang akan diselenggarakan Mei 2011. Pada workshop ini akan dipaparkan secara detail mengenai Ergonomi dan pemanfaatannya dalam industri pertambangan, yang disarikan berdasarkan pengalaman para ahli saat turun langsung ke beberapa perusahaan tambang terkemuka di Indonesia.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan:
Hari  : Rabu & Kamis
Tanggal  : 18 & 19 Mei 2011
Pukul  : 08.30 – 16.30 WIB
Tempat  : Hotel Bumi Sawunggaling, Bandung

Materi:
  • Aplikasi dan permasalahan fatigue dan fatigue management di pertambangan
  • Aplikasi dan permasalahan vibrasi dan cummulative trauma disorder di pertambangan
  • Aspek lingkungan fisik kerja di tambang (heat stress, getaran, kebisingan, dan lain-lain)
  • Shift work, durasi kerja, dan permasalahannya

Postingan terkait: