Pengaruh Warna Terhadap Performansi Kerja (1)

Performansi kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah lingkungan fisik tempat kerja. Lingkungan fisik adalah sesuatu yang berada di sekitar para pekerja yang meliputi warna, cahaya, udara, suara serta musik yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. (Moekijat 1995:135). Lingkungan fisik yang baik akan mendorong timbulnya peningkatan performansi kerja. Sebaliknya apabila lingkungan fisik buruk tentu produktivitas dan performansi kerja menurun, karena pekerja akan merasa tidak nyaman dalam bekerja. Performansi kerja seorang pekerja sangat diperlukan dalam suatu organisasi karena dengan performansi kerja yang tinggi maka kualitas sumber daya manusia dapat meningkat sehingga tujuan organisasi yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Seperti telah disebutkan di atas, salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap lingkungan fisik tempat kerja adalah warna. Aspek warna dapat diaplikasikan dalam tempat kerja melalui permainan warna dalam desain baik desain peralatan, produk, atau media-media lain di sekitar tempat kerja seperti dinding, lantai, dan sebagainya.

Beberapa peneltian menunjukan hubungan positif antara arti warna dilihat dari sudut pandang aspek aesthetic, psychological, physiological, associative, dan symbolic dengan efek warna pada desain lingkungan kerja terhadap performansi kerja. Misalnya penelitian yang membuktikan bahwa warna merah cocok untuk meningkatkan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi pada hal-hal yang detail dan warna biru cocok untuk meningkatkan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, atau penelitian yang menyebutkan bahwa tim olahraga dengan kostum warna merah cenderung dominan untuk menang. Hal ini sejalan dengan ilmu fisiologi yang menyatakan bahwa warna merah menstimulasi tubuh dan pikiran, ilmu psikologi yang menyatakan bahwa warna biru memberikan kesan ketenangan pikiran atau perasaan tenang, serta ilmu psikologi yang menyatakan bahwa warna merah member kesan intimidasi dan memicu emosi.

Namun sayangnya kebanyakan penelitian warna yang telah ada dilakukan terhadap warna merah. Padahal jumlah warna sangat banyak. Ada beberapa warna yang menonjol dan disebut sebagai warna dalam spektrum cahaya yang dapat ditangkap mata. Warna tersebut adalah merah, oranye atau jingga, kuning, hijau, biru, dan violet (mirip ungu). Warna-warna tersebut perlu dikaji dan teliti pengaruhnya terhadap performansi kerja dalam hubungannya dengan pemakaian warna-warna tersebut dalam desain lingkungan kerja dan dapat dilihat apakah pengaruh warna-warna tersebut sejalan atau menunjukan hubungan positif dengan arti warna dilihat dari aspek aesthetic, psychological, physiological, associative, dan symbolic.

Postingan terkait: