Mengapa Manusia Paling Sensitif Terhadap Suara pada 4 kHz?

Manusia paling sensitif terhadap suara pada 4 kHz karena adanya resonansi dalam telinga dan saluran telinga memperkuat frekuensi khususnya antara 2,5 kHz – 5kHz.

Manusia tidak dapat mendengar semua frekuensi bunyi pada tingkat kebisingan yang sama. Telinga manusia lebih sensitive pada beberapa frekuensi dan kurang sensitif pada frekuensi lannya. Tidak hanya itu, tetapi tingkat sensitifitas berubah dengan sound pressure level (SPL). Pada grafik dibawah terdapat kurva-kurva yang bertuliskan angka, angka tersebut menunjukkan tingkat kekerasan, sumbu horizontal menunjukan frekuensi bunyi, sumbu vertikal menunjukan SPL. Lihat kurva paling bawah dengan tingkat kekerasan 10 phons (tingkat kekerasan dalam phons itu subjektif, angka ini menunjukan level yang diterima subjektif oleh manusia). Dari 500Hz ke 1500Hz garisnya datar pada 10 dB scale, artinya tingkat kekerasan yang diterima 10 phons dan sumber bunyi juga menunjukkan angka 10 dB. Pada frekuensi yang lebih tinggi misalnya 5000 Hz, untuk dapat diterima pada level yang sama yakni 10 phons membutuhkan sumber bunyi aktual hanya 6dB. Untuk dapat diterima 10 phons pada 10.000Hz membutuhkan sumber bunyi 20 dB. Dari sini dapat disimpulkan bahwa telinga lebih sensitif pada range 2000Hz – 5000Hz (tidak terlalu sensitif pada frekuensi yang tinggi). 

Sekarang fokus pada frekuensi rendah misalnya 100 Hz. Untuk menerima suara pada 100Hz sama dengan pada 1000 Hz (saat sumbernya 10dB), 100Hz membutuhkan sumber 30dB, 20dB Lebih tinggi dari pada 1000Hz. Lebih ekstrim lagi, lihat 20Hz membutuhkan sumber 75dB (65 dB lebih tinggi dari pada 1000Hz). Dari sini juga dapat disimpulkan bahwa telinga manusia tidak terlalu sensitif pada frekuensi yang rendah walapun pada tingkat SPL yang lebih rendah. 
Dari grafik dapat dilihat bahwa dalam rentang sensitif 2kHz – 5kHz yang paling sensitif adalah sekitar 3,5kHz – 4 kHz (terletak di titik terbawah kurva). 

Pada rentang 2kHz – 5kHz, tubuh kita merasakan menerima bunyi yang lebih keras dari bunyi aktual/yang sebenarnya. Itulah sebabnya pada rentang frekuensi ini, beberapa orang yang agak tuli atau tuli masih dapat mendengar musik karena mereka masih dapat merasakan frekuensi rendah yang ada pada tubuhnya.

Postingan terkait: