Contoh Ergonomi / K3 Sederhana di Lingkungan yang Sederhana

Berikut akan dijelaskan contoh ergonomi di lingkungan yang sederhana yakni tempat pangkas rambut / cukur pria. Tukang cukur seharusnya menggunakan alat pelindung diro (APD) atau personal protective equipment (PPE) berupa masker. Namun seperti kita ketahui bahwa alat pelindung diri tersebut masih jarang dijumpai di tempat-tempat cukur. Seperti yang kita ketahui bahwa pada rambut banyak tertempel kotoran-kotoran terutama debu. Debu merupakan salah satu bahan yang sering disebut sebagai partikel yang melayang di udara (Suspended Particulate Matter / SPM) dengan ukuran 1 mikron sampai dengan 500 mikron. Dari jenisnya debu dapat dikelompokan kedalam debu organik (debu kapas, debu daun - daunan, tembakau dan sebagainya)., debu mineral (merupakan senyawa komplek : SiO2, SiO3, arang batu dll) dan debu metal (debu yang mengandung unsur logam: Pb, Hg, Cd, Arsen, dll). Dari segi karakter zatnya debu terdiri atas debu fisik (debu tanah, batu, mineral, fiber) kimia (mineral organik dan inorganik) biologis (virus, bakteri, kista) dan debu radio aktif. Dari sini jelas dapat dilihat bahwa para tukang cukur sangat potensial terkena bahaya akibat sering bahkan setiap hari menghirup debu-debu yang ada di rambut pelanggannya. Perlu diingat bahwa tempat pangkas rambut pria berbeda dengan salon untuk wanita pada umumnya, disini pelanggan tidak dibilas rambutnya sebelum dicukur, jadi si tukang cukur akan ‘menghadapi’ rambut-rambu yang masih penuh dengan kotoran dan debu. Hal yang memperparah lagi adalah konsumen utama tempat pangkas rambut yang diobservasi adalah para mahasiswa yang mayoritasnya adalah pengguna sepeda motor yang sangat beresiko terkena banyak debu di jalan maupun debu karena helm yang dipakai itu sendiri. Dalam jangka pendek, hal ini sangat berbahaya bagi tukang cukur yang alergi. Dalam jangka panjang, tukang cukur bisa terkena penyakit-penyakit seperti :
  • Pneumokoniosis disebabkan oleh debu mineral pembentukan jaringan paru (Silikosis, antrakosilikosis, asbestosis) Gejala penyakit ini berupa sakit paru paru, namun berbeda dengan penyakit TBC paru.
  • Silikosis adalah penyakit yang paling penting dari golongan penyakit Pneumokonioses. Penyebabnya adalah silika bebas (SiO2) yang terdapat dalam debu yang dihirup waktu bernafas dan ditimbun dalam paru paru dengan masa inkubasi 2-4 tahun.
  • Anthrakosilikosis ialah pneumokomiosis yang disebabkan oleh silika bebas bersama debu arang batu. Gejala penyakit ini berupa sesak nafas, bronchitis chronis batuk dengan dahak hitam (Melanophtys).
  • Asbestosis adalah jenis pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu asbes dengan masa latennya 10-20 tahun. Asbes adalah campuran berbagai silikat.
  • Berryliosis, Penyebabnya adalah debu yang mengandung Berrylium,
  • Byssinosis disebabkan oleh debu kapas atau sejenisnya dikenal dengan : Monday Morning Syndroma”atau”Monday Fightnesí” Sebagai gejala timbul setelah hari kerja sesudah libur, terasa demam, lemah badan, sesak nafas, baruk-batuk, “Vital Capacity” jelas menurun setelah 5-10 tahun bekerja dengan debu.
  • Stannosis Penyebab debu bijih timah putih (SnO).
  • Siderosis disebabkan oleh debu yang mengandung (Fe202).
Dari sini dapat diketahui bahwa masker itu sangat penting bagi para tukang cukur di tempat pangkas rambut pria. Selain masker, PPE yang diperlukan bagi tukang cukur adalah sarung tangan. Hal ini sangat penting jika konsumen yang dihadapi adalah penderita AIDS (yang akhir-akhir ini booming). Sarung tangan ini untuk menghindari kemungkinan adanya kontak luka pada tangan tukang cukur dengan luka yang ada di sekitar kepala penderita AIDS baik luka lama atau luka karena pisau atau gunting cukur itu sendiri. Hal ini untuk mencegah tertularnya penyakit AIDS tersebut. Walaupun konsumen berpenyakit AIDS sangat jarang ditemui namun tidak ada salahnya tukang cukur menyiapkan sarung tangan tersebut jika suatu saat harus menghadapi konsumen yang dicurigai terkena virus HIV. Pemakaian ini sarung tangan ini bukan diskriminasi terhadap konsumen yang terkena virus HIV, namun semata-mata hanya sebagai alat pelindung diri.

Sumber : Tugas Personal Protective Equipment, TI UGM ‘06

Postingan terkait: